SAWAHLUNTO (SUMBAR)-SUARA PANCASILA.ID – Asosiasi Pedagang Silo Sawahlunto APESISTO menggelar rapat konsolidasi pasca Musyawarah Luar Biasa MUSLUB pada Kamis 3 Juni 2026. Kepengurusan baru di bawah Ketua Marjafri langsung tancap gas menyatukan langkah untuk mendorong percepatan penataan Kawasan Pasar Kuliner Silo.
MUSLUB digelar menyusul pengunduran diri ketua sebelumnya. Marjafri dipercaya melanjutkan konsolidasi internal sekaligus menjadi corong aspirasi puluhan pedagang dan pelaku UMKM yang masih berjuang di kawasan tersebut.
Persoalan utama yang mengemuka: kondisi kawasan belum tertata optimal. Genangan air saat hujan, keterbatasan fasilitas, dan tata letak yang belum rapi membuat kenyamanan pedagang maupun pengunjung terganggu. Kondisi ini memicu sebagian pedagang lari ke titik lain yang dianggap lebih strategis, meski secara administrasi masih tercatat direlokasi ke Silo.
Ketua APESISTO Marjafri menegaskan kunci kemajuan ada pada kebersamaan. Ia mengajak seluruh anggota mengesampingkan ego demi kawasan yang lebih hidup.
Jalannya roda organisasi harus dilandasi kerja sama yang baik antara pengurus dan anggota. Kita harus saling mendukung, saling menghargai, dan bersama-sama menjaga kawasan ini agar tetap nyaman bagi semua pihak, tegas Marjafri.
Prioritas jangka pendek, kata dia, menjaga Silo tetap bersih, tertib, dan punya daya tarik. Jangka panjangnya, APESISTO akan menyalurkan aspirasi bersama ke PT Bukit Asam Tbk sebagai pemegang kuasa lahan agar penataan segera dipercepat.
Harapan itu punya dasar kuat. April lalu Direktur Utama PTBA Arsal Ismail turun langsung meninjau Silo, berdialog dengan pedagang, dan melihat langsung genangan serta fasilitas yang terbatas. Tindak lanjutnya, awal Juni tim CSR dan teknik sipil PTBA melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi prioritas penataan, terutama drainase.
General Manager PTBA Unit Pertambangan Ombilin Yulfaizon menyatakan fokus utama penataan adalah mengatasi banjir dan genangan agar Silo berkembang jadi pusat kuliner representatif. PTBA berkomitmen mendukung, meski pelaksanaannya butuh tahapan dan kajian.
Pemerintah Kota Sawahlunto juga bergerak cepat. Pemko sudah mengajukan proposal penataan ke PTBA dan melakukan koordinasi lintas perangkat daerah untuk menyiapkan dukungan teknis bila program jalan.
Rapat konsolidasi juga melahirkan rencana program. Pengawas APESISTO Yanto Ula menyebut akan ada kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia untuk meramaikan kawasan dan mendongkrak pendapatan anggota.
Insyaallah, bersama pengurus yang baru kita akan menghadirkan berbagai kegiatan, inovasi, dan program yang dapat meramaikan kawasan ini. Tujuannya memperkuat kebersamaan pedagang sekaligus mendorong aktivitas ekonomi, ujar Yanto Ula.
Kepala Bidang Hukum dan Advokasi APESISTO Rahmasatra SH yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Saringan menyatakan siap mendukung penuh. Menurutnya, kehadiran pusat kuliner Silo sudah menghidupkan lingkungan sekitar yang dulu sepi.
Para pedagang berharap konsolidasi ini jadi fondasi kokoh. Tujuannya satu: mewujudkan Pasar Kuliner Silo yang tertata, nyaman, dan jadi pusat ekonomi kerakyatan Kota Sawahlunto.











