LAHAT, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Lahat terus memperkuat strategi ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal melalui langkah konkret di sektor perikanan. Usai menghadiri rangkaian kegiatan syukuran satu tahun pelantikan kepala daerah serta acara bayar nazar Kepala Desa Talang Tinggi, Kecamatan Pseksu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi melaksanakan agenda strategis berupa penebaran bibit ikan di aliran sungai desa setempat, Sabtu (18/04/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan terintegrasi antara pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat. Sebelum kegiatan penebaran, Bupati bersama keluarga juga melaksanakan ziarah ke makam Magerang Sakti Bedane dan Putri Semidang Suci sebagai bentuk penghormatan nilai budaya lokal yang tetap dijaga dalam pembangunan daerah.
Dalam implementasinya, kebijakan pengelolaan sumber daya perairan ini diwujudkan melalui penebaran sekitar 5.000 bibit ikan yang terdiri dari jenis baung, jelawat, dan nila. Kegiatan tersebut turut didampingi Anggota DPRD Kabupaten Lahat Dapil VII serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lahat, Marully.
Penebaran bibit ikan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sungai sebagai sumber pangan sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan tangkap skala kecil yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat desa.
Bupati Lahat menegaskan bahwa pendekatan berbasis ekologi ini tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga memastikan keberlanjutan sumber daya alam melalui intervensi yang terukur dan berkelanjutan.
Secara lebih luas, inisiatif ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap agenda ketahanan pangan nasional, khususnya melalui peningkatan produksi ikan air tawar di daerah. Dengan berkembangnya populasi ikan di perairan desa, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat langsung berupa peningkatan hasil tangkapan dan pendapatan.
Selain itu, program ini juga berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi lokal di tengah dinamika global, sekaligus menjadi model pengelolaan sumber daya berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Bursah Zarnubi berharap, bibit ikan yang telah ditebar dapat tumbuh optimal dan menjadi sumber pangan berkelanjutan bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang inklusif dan berdaya saing.










