MUSI RAWAS UTARA , SUARA PANCASILA.ID – Prestasi kembali ditorehkan Kabupaten Musi Rawas Utara dengan meraih penghargaan pada kategori Pengendalian Inflasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.
Ajang ini digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama detikcom di Wyndham Opi Hotel, Palembang, Sabtu (25/4/2026), dan menjadi pembuka rangkaian kegiatan nasional yang akan dilaksanakan di enam pulau di Indonesia.
Penghargaan tersebut menempatkan Muratara pada peringkat kedua tingkat kabupaten se-Sumatera. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Bupati Muratara Devi Suhartoni di hadapan ratusan kepala daerah dan pejabat kementerian yang hadir dalam forum tersebut.
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 merupakan bagian dari langkah pemerintah pusat untuk mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.
Melalui ajang ini, pemerintah memberikan penghargaan kepada daerah-daerah di Sumatera yang dinilai memiliki kinerja unggul pada sejumlah sektor strategis, yakni pengendalian inflasi, penurunan pengangguran, pengentasan kemiskinan dan stunting, serta inovasi pendanaan pembangunan.
Pada kategori pengendalian inflasi, penilaian dilakukan secara ketat terhadap konsistensi dan keterukuran langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga.
Aspek yang dinilai meliputi kestabilan inflasi pangan, kepatuhan pelaporan, dukungan penganggaran terhadap program pengendalian inflasi, hingga efektivitas pelaksanaan kebijakan di lapangan guna menjaga daya beli masyarakat.
Keberhasilan Muratara meraih posisi kedua menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Upaya pengendalian inflasi dinilai tidak hanya berfokus pada pengawasan pasar, tetapi juga pada sinergi lintas sektor agar distribusi bahan pangan tetap lancar dan masyarakat tetap memperoleh akses kebutuhan dengan harga terjangkau.
Dalam kategori ini, penghargaan diberikan pada tiga tingkatan, yakni kabupaten, kota, dan provinsi. Untuk tingkat kabupaten, peringkat pertama diraih Kabupaten Tebo dengan insentif Rp3 miliar, disusul Kabupaten Musi Rawas Utara sebesar Rp2 miliar, dan Kabupaten Labuhanbatu Utara Rp1 miliar.
Sementara tingkat kota diraih Kota Langsa, Kota Prabumulih, dan Kota Bukittinggi. Adapun penghargaan terbaik tingkat provinsi diberikan kepada Provinsi Bengkulu.
Pemberian penghargaan ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong peningkatan kinerja daerah melalui skema insentif fiskal.
Kebijakan tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, yang membuka ruang pemberian penghargaan berbasis capaian kinerja. Pelaksanaannya juga diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Tidak hanya seremoni penghargaan, kegiatan ini juga menghadirkan Forum Akselerator Negeri, yakni wadah kolaboratif yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, investor, pelaku usaha, UMKM, akademisi, hingga masyarakat umum dalam satu forum dialog dan aksi.
Kehadiran forum ini diharapkan mampu memperkuat sinergi pembangunan dan mempercepat lahirnya inovasi kebijakan di daerah.
Ajang bergengsi tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, jajaran Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Bappenas, Badan Pusat Statistik, serta seluruh kepala daerah se-Sumatera mulai dari gubernur, bupati hingga wali kota.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja daerah kini menjadi agenda bersama dalam mewujudkan pembangunan nasional yang merata. Prestasi yang diraih Muratara ini sekaligus menjadi bukti bahwa daerah yang masih terbilang muda ini mampu bersaing di level nasional melalui kerja nyata dan kebijakan yang terukur.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Muratara untuk terus memperkuat program pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.










