BADUNG,SUARAPANCASILA.id-Pemimpin Redaksi Nusantara Murni Media, Mujiardi Santoso,C.BJ.,C.EJ.,C.In., memberikan apresiasi tinggi atas langkah UPTD Samsat Mengwi yang gencar melakukan sosialisasi terkait program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Menurut Mujiardi, program pemutihan yang digulirkan pemerintah Provinsi Bali ini adalah momentum emas bagi masyarakat untuk menyelesaikan tunggakan pajak tanpa harus terbebani denda. Namun program baik ini tidak akan maksimal tanpa adanya sosialisasi yang masif dan menyentuh langsung ke akar rumput, seperti yang sudah dilakukan Samsat Mengwi.
“Langkah UPTD Samsat Mengwi ini sangat patut diapresiasi. Mereka tidak diam di kantor, tapi aktif turun ke masyarakat mensosialisasikan pemutihan PKB. Ini sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini. Program ini meringankan,” ujar Mujiardi Santoso di Badung, Minggu (21/9).
Program pemutihan PKB sendiri meliputi penghapusan denda pajak, bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II, dan keringanan lainnya yang sangat menguntungkan wajib pajak.
Meski demikian, Mujiardi memberikan catatan kritis agar program sosialisasi pemutihan ini tidak hanya menyasar masyarakat umum saja.
Berharap sosialisasi tersebut bukan hanya disasar kepada masyarakat saja, namun perlu juga ke setiap ASN yang punya kendaraan bermotor pribadi baik itu motor maupun mobil, tegas Mujiardi.
Ia menegaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib menjadi garda terdepan dan contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan program pemutihan ini. Miris jika masyarakat kecil antusias mengurus pemutihan, sementara masih ada oknum ASN yang kendaraannya menunggak pajak bertahun-tahun.
“Ini momentum pemutihan, rugi kalau tidak dimanfaatkan. Saya berharap Kepala UPTD Samsat Mengwi bisa bersurat atau bahkan jemput bola langsung ke OPD-OPD di Badung. Sasar ASN yang punya kendaraan bermotor pribadi, baik motor maupun mobil. Cek satu per satu,” tegas Mujiardi.
Mujiardi menilai, jika seluruh ASN taat pajak dan memanfaatkan program pemutihan, maka akan terjadi lonjakan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor PKB. Dana tersebut nantinya akan kembali untuk pembangunan di Bali, khususnya di Kabupaten Badung.
“Jangan sampai ASN kalah taat dari masyarakat. ASN harus jadi teladan. Kalau ASN sudah tertib, masyarakat pasti akan lebih patuh lagi. Saya minta BKPSDM Badung juga ikut mendorong agar ASN memanfaatkan pemutihan ini sebelum program berakhir,” pungkasnya.
Mujiardi berharap, dengan adanya pemutihan PKB ini, angka Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) di wilayah Samsat Mengwi yang meliputi Badung dan sekitarnya bisa ditekan seminimal mungkin, dan kesadaran pajak masyarakat semakin meningkat.
AR81











