KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA-Grand Mercure Malang Mirama berkolaborasi dengan Yayasan Omah Gembira menggelar talkshow inspiratif bertajuk “Indahnya Bincang Isyarat” serta kelas pelatihan bahasa isyarat secara gratis bagi karyawan (heartists) dan masyarakat umum, Jumat (19/9/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional yang jatuh pada 23 September. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Grand Mercure Malang Mirama untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan perhotelan yang inklusif, ramah disabilitas, dan memberikan akses pelayanan yang setara bagi seluruh tamu.
Melalui kegiatan edukatif tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya kesetaraan aksesibilitas, sekaligus mempelajari keterampilan dasar komunikasi nonverbal menggunakan bahasa isyarat. Pelatihan ini juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai etika berinteraksi dengan teman tuli secara ramah, santun, dan penuh penghormatan.
Selain kelas bahasa isyarat, talkshow “Indahnya Bincang Isyarat” turut mengangkat isu advokasi hak kerja teman tuli dan pentingnya pelayanan yang ramah disabilitas. Diskusi tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai tantangan aksesibilitas, baik di lingkungan kerja maupun fasilitas pelayanan publik.
Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama dan Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, mengatakan bahwa pemahaman dan kesetaraan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pelayanan berkualitas.
“Sebagai hotel yang berkomitmen menerapkan prinsip ramah disabilitas, kami percaya bahwa pelayanan terbaik berasal dari pemahaman dan kesetaraan. Melalui kolaborasi dengan Omah Gembira ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh heartists kami siap memberikan pelayanan yang inklusif bagi seluruh tamu tanpa terkecuali,” ujar Sugito Adhi.
Menurutnya, peningkatan pemahaman mengenai komunikasi dengan penyandang disabilitas rungu atau tuli diharapkan dapat membantu menciptakan pengalaman menginap yang hangat, aman, dan nyaman tanpa hambatan komunikasi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Omah Gembira, Riza Agung, menegaskan bahwa inklusivitas tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut kemampuan membangun komunikasi dan empati dalam kehidupan sehari-hari.
“Inklusivitas bukan sekadar menyediakan fasilitas fisik, tetapi bagaimana kita mampu berkomunikasi dan membangun empati tanpa hambatan. Kolaborasi bersama Grand Mercure Malang Mirama ini bukan yang pertama kali sehingga ini menjadi langkah nyata yang sangat luar biasa dalam membuka ruang kesetaraan,” ungkap Riza.
Ia berharap, melalui kelas bahasa isyarat tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan komunikasi nonverbal, tetapi juga mampu menyambut dan berinteraksi dengan teman tuli secara hangat, ramah, serta penuh penghormatan.
Kegiatan ini sekaligus membuka ruang diskusi interaktif mengenai pentingnya menciptakan ruang publik dan fasilitas akomodasi yang semakin mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas di Kota Malang.
Melalui kolaborasi dengan Omah Gembira, Grand Mercure Malang Mirama berharap inisiatif tersebut dapat menginspirasi pelaku industri hospitality lainnya untuk terus meningkatkan kesadaran, memperkuat aksesibilitas, dan membangun budaya pelayanan yang menghargai keberagaman.
Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif, sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pelayanan dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial tanpa diskriminasi.











