KABUPATEN TANGERANG (BANTEN) SUARAPANCASILA.ID – Suasana belajar mengajar di SD Negeri Pangkat 2, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, mendadak berubah menjadi kepanikan. Gedung perpustakaan sekolah tersebut secara mengejutkan ambruk pada Selasa siang sekitar pukul 12.30 WIB.
Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi saat kondisi cuaca sedang cerah. Tidak ada hujan deras maupun angin kencang yang dilaporkan terjadi sebelum bangunan perpustakaan tiba-tiba runtuh.
Saat kejadian, para siswa diketahui tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah. Beruntung, tidak ada siswa maupun guru yang berada di dalam gedung perpustakaan ketika struktur bangunan mulai ambruk, sehingga insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Pihak sekolah menyebut bangunan perpustakaan tersebut sudah tergolong tua. Kondisi sejumlah bagian penyangga atap diduga telah mengalami pelapukan, sehingga struktur bangunan tidak lagi mampu menahan beban.
“Kejadiannya sangat cepat. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang keras. Saat kami cek, atap perpustakaan sudah rata dengan tanah. Padahal cuaca sedang panas dan tidak ada hujan sama sekali,” ungkap salah seorang guru di lokasi.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp150 juta. Tidak hanya bangunan yang mengalami kerusakan berat, sejumlah fasilitas pendidikan juga ikut tertimbun material reruntuhan.
Ribuan buku pelajaran, dokumen penting sekolah, serta berbagai fasilitas pendukung kegiatan literasi dilaporkan tertimbun di bawah puing-puing bangunan dan sebagian tidak sempat diselamatkan.
Pihak sekolah telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Dinas Pendidikan setempat dengan harapan adanya penanganan dan bantuan perbaikan terhadap bangunan yang ambruk.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, area sekitar gedung telah diberi garis pembatas. Siswa maupun warga sekolah dilarang mendekati lokasi karena masih terdapat bagian struktur bangunan yang berpotensi membahayakan.
Sementara itu, kegiatan perpustakaan dihentikan sementara. Buku-buku yang masih dapat diselamatkan rencananya akan dipindahkan ke ruang kelas yang kosong untuk digunakan sementara.
Ambruknya bangunan perpustakaan di tengah kegiatan belajar mengajar ini menjadi perhatian serius, terlebih kejadian berlangsung tanpa didahului hujan deras ataupun angin kencang. Kondisi fisik bangunan dan kelayakan konstruksinya pun diharapkan dapat segera diperiksa oleh pihak berwenang guna memastikan penyebab pasti ambruknya gedung tersebut.











