REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Ribuan jemaah memadati Masjid Agung Baitul Makmur Curup, Senin (31/8/2026) pagi, mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar Merah Putih dan doa bersama dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, SSTP, MSi, bersama Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady, SIK, MH, Kasdim 0409/Rejang Lebong Mayor Inf. Asriwuri Hendra Dewa, Sekretaris Daerah Iwan Sumantri Badar, SE, MM, Asisten I Setdakab Bobby Harpa Santana, SSTP, MSi, para kepala perangkat daerah, jajaran instansi pemerintah, tokoh agama, serta ribuan masyarakat.
Tabligh akbar menghadirkan Ustadz H. Aidil Fitrisyah Musa, Lc, MSi. Kegiatan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Semangat Kehidupan Berkebangsaan.”
Dalam sambutannya, Plt Bupati Hendri mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun karakter masyarakat yang berakhlak dan memiliki semangat kebangsaan.
“Tabligh akbar dan doa bersama ini dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Hendri.
Menurutnya, nilai-nilai keagamaan dan semangat nasionalisme memiliki hubungan yang sangat erat. Kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas moral, mental dan spiritual masyarakatnya.
“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang rakyatnya merdeka secara fisik dan memiliki mental serta spiritual yang berakhlak mulia,” katanya.Karena itu, Hendri berharap pembangunan di Rejang Lebong dapat berjalan seimbang, tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik dan ekonomi, tetapi juga melahirkan masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta mampu menjaga persatuan dan kebersamaan.
“Melalui tabligh akbar dan doa bersama ini, kita berharap Rejang Lebong tidak hanya maju secara fisik dan pembangunan ekonominya, tetapi juga memiliki masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta senantiasa bersatu padu mewujudkan Rejang Lebong yang maju, mandiri, berakhlak dan berkelanjutan,” tuturnya.
Hendri juga mengajak masyarakat menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak mulia, kedamaian, keadilan, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama dinilai menjadi nilai penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
“Melalui peringatan ini, kita dapat meneladani dan mengaplikasikan akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita, memiliki rasa kedamaian, keadilan dan kasih sayang bagi semesta alam,” ujarnya.
Di sisi lain, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.Hendri berharap semangat perjuangan tersebut terus diwujudkan melalui persatuan, kepedulian dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Ustadz H. Aidil Fitrisyah Musa dalam tausyiahnya mengajak jemaah meneladani perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, termasuk dalam menjaga kebersihan hati dan menjauhi penyakit hati seperti iri dan dengki.
Ia mengingatkan bahwa ibadah tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah SWT, tetapi juga harus tercermin dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.“Buang jauh-jauh sikap iri dan dengki. Jika kita sudah mampu membersihkan hati dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, maka hidup kita akan menjadi tenang dan nyaman,” pesan Aidil.
Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan teladan tentang bagaimana menjalani kehidupan dengan hati yang bersih, senantiasa bersyukur dan tidak larut dalam iri maupun dengki.
Sebelumnya, Sekretaris MUI Rejang Lebong H. Suryono, MPd, mengatakan kegiatan Tabligh Akbar Merah Putih dan doa bersama tersebut merupakan hasil kerja sama MUI Rejang Lebong, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Masjid Agung Baitul Makmur.“Tabligh akbar ini mengusung tema Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Semangat Kehidupan Berkebangsaan,” demikian Suryono.











