Proyek RKB SDN Tobat Disorot! Anggaran Miliaran, Pengawasan di Lapangan Dipertanyakan

KABUPATEN TANGERANG (BANTEN) SUARAPANCASILA.ID – Pembangunan ruang kelas baru (RKB) di tiga sekolah dasar negeri (SDN) di wilayah Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan. Proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah dengan nilai keseluruhan mencapai sekitar Rp2,8 miliar, yakni di SDN Tobat 1, SDN Tobat 2 dan SDN Tobat 3, diduga minim pengawasan di lapangan.

Pantauan awak media, Senin (31/08/2026), mendapati aktivitas pembangunan masih berlangsung di ketiga sekolah tersebut. Namun, saat dilakukan pemantauan, awak media tidak menemukan mandor maupun penanggung jawab pelaksana proyek di lokasi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, terlebih pembangunan tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tangerang dan APBN Tahun Anggaran 2026.

Bacaan Lainnya

Di SDN Tobat 3, proyek pembangunan RKB memiliki nilai anggaran Rp1.074.391.000, bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Risasa Rahma dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender berdasarkan SPK Nomor 41/Kontrak.Disdik/Disdik/APBD/VII/2026.

Sementara SDN Tobat 2 mendapatkan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian dengan sumber dana APBN 2026. Nilai bantuan konstruksi mencapai Rp707 juta, ditambah anggaran mebelair sebesar Rp50.176.000, dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.

Adapun proyek RKB SDN Tobat 1 memiliki nilai kegiatan sebesar Rp1.075.867.000, bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026. Pelaksana pekerjaan adalah CV VIARKY, dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender berdasarkan SPK Nomor 42/Kontrak.Disdik/APBD/VII/2026 tertanggal 31 Juli 2026.

Bangunan Lama Tak Dibongkar, Pengawasan Jadi Pertanyaan

Selain persoalan pengawasan, metode pekerjaan di lapangan juga menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan, bangunan lama di sejumlah bagian tidak seluruhnya dibongkar, melainkan dilakukan penambahan struktur berupa besi/slup untuk penguatan bangunan.

Apakah metode tersebut telah sesuai dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, serta kontrak pekerjaan, masih membutuhkan penjelasan dari pihak pelaksana dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

Ketiadaan mandor atau penanggung jawab proyek saat awak media melakukan pemantauan juga membuat sejumlah informasi teknis belum dapat dikonfirmasi.

Komite Sekolah Khawatir Proyek Molor

Sorotan lain datang dari Komite Sekolah SDN Tobat 2. Pihak komite mengaku khawatir pekerjaan tidak selesai sesuai target.

Kekhawatiran tersebut salah satunya berkaitan dengan tenaga tukang yang disebut berasal dari Garut dan bekerja dengan sistem upah harian.

“Saya khawatir pembangunan ini molor dan tidak selesai sesuai rencana. Tukangnya dari luar daerah, dari Garut, dengan sistem harian. Pengerjaannya saya lihat masih lambat,” ungkap pihak Komite Sekolah.

Pernyataan tersebut tentu masih membutuhkan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

Dengan nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah, publik tentu berhak mengetahui bagaimana proses pengawasan dilakukan, apakah pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi, serta apakah target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai kontrak.

Hingga berita ini diterbitkan, pembangunan di SDN Tobat 1, SDN Tobat 2, dan SDN Tobat 3 masih berlangsung.

Awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, pihak pelaksana proyek, kepala sekolah, serta pihak terkait lainnya guna mendapatkan penjelasan secara berimbang.

suarapancasilaid'

Pos terkait