Bupati Brebes Dampingi Gubernur, Air Mata dan Senyum Warnai Program Sekolah Kemitraan

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Suasana penuh haru mewarnai kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ke SMK Mitra Karya Mandiri, Kecamatan Ketanggungan, Kamis (7/5/2026). Tangis Valentina, siswi kelas 10 asal Desa Grinting, pecah saat mendengar kisah perjuangan hidup sang gubernur yang juga berasal dari keluarga petani.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Ahmad Luthfi didampingi Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Kehadiran Bupati Paramitha menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program sekolah kemitraan yang digagas Pemprov Jawa Tengah.

Bupati Paramitha bersama gubernur turut membagikan perlengkapan sekolah berupa sepatu, tas, dan kebutuhan belajar kepada para siswa penerima manfaat.

Bacaan Lainnya

“Pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan. Kami di Brebes berkomitmen memastikan anak-anak tetap bisa sekolah, apapun latar belakang keluarganya,” ujar Paramitha.

Ia menambahkan, perhatian pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada bantuan perlengkapan, tetapi juga memastikan kualitas pembelajaran berjalan baik.

“Kami ingin anak-anak Brebes tidak hanya sekolah, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas. Dengan begitu mereka bisa bersaing dan meraih cita-cita,” kata Paramitha.

Momen haru terasa di ruang kelas sederhana itu, saat Gubernur berbagi kisah masa kecilnya yang penuh keterbatasan. Siswi kelas 10 asal Desa Grinting, Valentina tak kuasa menahan air mata.

“Dulu saya tidak membayangkan bisa sekolah di sini. Terima kasih Pak Gubernur sudah membantu kami tetap sekolah,” ucapnya dengan suara bergetar sambil menahan tangis ketika berdiri di depan teman-temannya.

Suasana mendadak hening, teman-temannya ikut terdiam melihat tangis yang pecah dari seorang anak yang bercita-cita menjadi dokter. Air mata siswi dari keluarga kurang mampu itu menjadi gambaran bahwa pendidikan masih menjadi harapan terbesar bagi anak-anak kecil di pelosok desa.

“Saya ingin lebih semangat belajar lagi supaya bisa membanggakan orang tua. Saya senang sekali bisa sekolah gratis dan punya kesempatan mengejar cita-cita jadi dokter,” kata Valentina dengan mata berkaca-kaca.

Melihat Valentina menangis, Ahmad Luthfi langsung menghampiri dan menenangkannya layaknya seorang ayah. Ia meminta siswi tersebut tetap kuat dan tidak menyerah pada keadaan.

“Sudah, jangan nangis. Kamu harus semangat sekolah dan terus mengejar cita-cita,” ujar Ahmad Luthfi.

Momen haru itu turut dirasakan Abio, siswa kelas 10 SMK Muhammadiyah Wanasari. Ia mengaku tidak menyangka mendapat perhatian langsung dari gubernur ketika dipakaikan sepatu baru di hadapan teman-temannya.

“Saya kaget dan senang sekali. Tidak menyangka bisa diperhatikan seperti ini. Saya jadi makin semangat sekolah dan ingin menggapai cita-cita menjadi polisi,” ujar Abio.

Menurut Ahmad Luthfi, program sekolah kemitraan menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem maupun kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Hingga saat ini sudah ada 139 sekolah mitra dan hampir 5.000 anak mendapatkan akses pendidikan gratis. Mulai pakaian, sepatu, buku hingga praktik kerja lapangan semuanya dibiayai pemerintah,” jelasnya.

Bupati Paramitha menegaskan, dukungan pemerintah daerah terhadap program ini bukan hanya soal bantuan perlengkapan, tetapi juga memastikan anak-anak di Brebes memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

“Kami ingin anak-anak Brebes percaya diri, tidak menyerah pada keadaan, dan terus berjuang untuk masa depan,” tambahnya.

Kehadiran Bupati Paramitha bersama gubernur di ruang kelas sederhana itu menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk mendampingi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Pos terkait