NASIONAL, SUARA PANCASILA.ID – Jenderal TNI(Purn) Dundung Abdurachman kembali menjadi sorotan publik seiring kabar dirinya disebut berpeluang menempati posisi strategis di lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sosok mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu dikenal memiliki perjalanan hidup penuh perjuangan sebelum mencapai puncak karier militer.
Dudung Abdurachman lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 19 November 1965. Ia merupakan putra dari pasangan Nasuha dan Nasyati, yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Patrakomala Bandung pada periode 1972 hingga 1979. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Kartika XIX-1 dan lulus pada 1982, kemudian menamatkan sekolah di SMAN 9 Bandung pada 1985. Selepas SMA, Dudung masuk Akademi Militer dan lulus pada 1988.
Tak hanya meniti karier di dunia militer, Dudung juga aktif dalam pendidikan formal. Ia meraih gelar Magister Manajemen di bidang ekonomi dan manajemen. Pada 2023, ia menyelesaikan program doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti dengan predikat cumlaude.
Di balik pencapaiannya, Dudung memiliki kisah masa kecil yang tidak mudah. Ia merupakan anak keenam dari delapan bersaudara. Saat masih duduk di bangku SMP, sang ayah meninggal dunia. Kondisi tersebut membuatnya harus ikut membantu perekonomian keluarga.
Setiap pagi sekitar pukul 04.00, Dudung mengayuh sepeda untuk mengantarkan koran kepada pelanggan. Pekerjaan itu dijalaninya demi membantu ibunya yang harus membesarkan anak-anak seorang diri dengan kondisi ekonomi terbatas.
Setelah selesai mengantar koran, Dudung tidak langsung beristirahat. Ia melanjutkan aktivitas dengan membantu ibunya berjualan kue klepon di kawasan Kodam III/Siliwangi, Bandung.
Pengalaman hidup yang keras sejak usia muda disebut menjadi bekal yang membentuk karakter disiplin, kerja keras, dan keteguhan sikap Dudung hingga kemudian menapaki karier tinggi di militer.
Dudung memulai karier militernya setelah lulus dari Akademi Militer pada 1988 dari kecabangan infanteri. Salah satu penugasan awalnya adalah di Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bakti di Atambua, Nusa Tenggara Timur.
Kariernya kemudian terus menanjak. Ia pernah menduduki berbagai jabatan penting, mulai dari Komandan Kodim, Komandan Detasemen Markas TNI, Wakil Gubernur Akademi Militer, hingga Gubernur Akademi Militer. Selain itu, Dudung juga pernah menjabat Pangdam Jaya/Jayakarta dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Pada 2021, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-33. Setelah memasuki masa purnatugas, Dudung kembali mendapat kepercayaan ketika dilantik pada 22 Oktober 2024 sebagai Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional sekaligus Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan.
Kini, nama Dudung kembali diperbincangkan menyusul spekulasi politik yang menyebut dirinya berpotensi mengisi jabatan strategis lain dalam pemerintahan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi terkait isu tersebut.










