BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID– Krisis air bersih akibat kemarau panjang melanda warga Dusun Tawang, Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 21 ribu liter air bersih digelontorkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, Jumat (4/9/2026).
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya bersama Kodim 0813 Bojonegoro dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.
Air bersih didistribusikan melalui empat titik yang mencakup RT 16 hingga RT 21. Sedikitnya 360 kepala keluarga atau sekitar 1.320 jiwa terdampak krisis air tersebut.
Pengurus IJTI Bojonegoro, Sumali, mengatakan distribusi dilakukan secara langsung agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
“Untuk dropping air bersih ini ada empat titik, mulai RT 16 sampai RT 21. Jumlahnya sekitar 360 KK atau 1.320 jiwa,” ujar Sumali.
Tiga armada tangki dikerahkan dalam proses penyaluran. Kodim 0813 Bojonegoro menerjunkan dua truk tangki, sedangkan satu armada lainnya berasal dari BPBD Bojonegoro.
Bagi warga, bantuan tersebut menjadi sangat berarti di tengah kondisi sumber air yang semakin menipis. Abdul Rokhim, warga Dusun Tawang, mengatakan wilayahnya sudah berbulan-bulan tidak diguyur hujan.
“Mulai bulan lima (Mei) di sini sudah tidak ada hujan. Mulai bulan tujuh (Juli) sudah sangat kekeringan,” ungkapnya.
Menurut Abdul, warga terpaksa mengandalkan dropping air bersih. Sebagian warga bahkan harus mengambil air dari desa tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Penerangan Kodim 0813 Bojonegoro, Peltu Sugiono, menegaskan komitmen TNI untuk terus membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Semoga dengan kolaborasi ini bisa membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di Desa Tlogohaji,” ujarnya.











