Asisten I Setdakab Rejang Lebong Pimpin Apel Besar Hari Pramuka Ke-65

REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Rejang Lebong, Bobby Harpa Santana, SSTP, MSi, memimpin Apel Besar Hari Jadi Gerakan Pramuka ke-65 yang digelar di halaman Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Jumat (4/9/2026).

Apel yang berlangsung pukul 08.15 WIB tersebut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Rejang Lebong, perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para Ketua Majelis Pembimbing Cabang dan Majelis Pembimbing Ranting Gerakan Pramuka. Kegiatan juga dimeriahkan penampilan paduan suara SMA Xaverius Curup.

Mengusung tema **“Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”**, apel besar tersebut juga menjadi momentum pemberian penghargaan kepada anggota Gerakan Pramuka yang dinilai telah memberikan pengabdian dan dedikasi.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Bobby menyematkan penghargaan Darma Bakti kepada Hendri Jaya, SM dan Dra. Farida Ariani. Penghargaan juga diberikan kepada 30 orang purna peserta Jambore Nasional (Jamnas).

Saat membacakan amanat tertulis Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, Bobby menyampaikan bahwa perjalanan Gerakan Pramuka selama 65 tahun merupakan perjalanan panjang yang dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia.

“Gerakan Pramuka telah melalui 65 tahun perjalanan. Ini merupakan perjalanan yang cukup panjang dengan dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab serta memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh dan kuat,” ujar Bobby saat membacakan amanat tersebut.

Menurutnya, dari generasi ke generasi, Gerakan Pramuka telah melahirkan berbagai tokoh yang kemudian mengabdikan kemampuan terbaiknya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka berasal dari berbagai bidang, mulai dari pemimpin, pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan hingga relawan kemanusiaan.

Bobby menegaskan, nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma yang menjadi pedoman kehidupan anggota Pramuka telah terbukti mampu membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

“Hari Pramuka bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai pondasi utama menuju Indonesia Emas yang semakin maju, berdaulat, bermartabat dan sejahtera,” tuturnya.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa generasi muda saat ini tumbuh di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi hingga perubahan dunia kerja menghadirkan tantangan baru yang harus dihadapi generasi muda.

Di sisi lain, generasi muda juga dihadapkan pada berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring hingga menurunnya kepedulian sosial.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Gerakan Pramuka terus berupaya menghadirkan pendidikan dan pembinaan yang mampu mempersiapkan generasi muda agar memiliki karakter kuat dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

“Dengan berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai landasan karakter, etika, gotong royong dan semangat berkebangsaan, Gerakan Pramuka diharapkan terus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi masa depan,” demikian amanat tersebut.

suarapancasilaid'

Pos terkait