ASAHAN(SUMUT),SUARAPANCASILA.ID – Gerakan Peduli Masyarakat (GPM) Kabupaten Asahan melaksanakan audiensi resmi dengan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan di ruang kerja Kepala Dinas, Selasa (03/06/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian dan komitmen organisasi masyarakat untuk bersinergi mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Audiensi ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, S.E., M.Si. Sementara itu, rombongan GPM dipimpin oleh Ketua Umum Bangun MH. Simorangkir, SP, didampingi Sekretaris Andri Syahrul Pandiangan, Bendahara Amin Harahap, serta pengurus lainnya yaitu Doddi Antoni dan Alamsyah Siregar.
Dalam sambutannya, Ketua GPM, Bangun MH. Simorangkir, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan momen yang sangat berharga untuk menyamakan persepsi dan menyampaikan aspirasi serta program guna memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Asahan.
Dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang membutuhkan perhatian serius, baik dari pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat, ucap bangun
“Kami melihat kondisi pendidikan saat ini penuh dengan dinamika dan tantangan yang harus segera dicarikan solusinya. Ada beberapa aspek utama yang menjadi perhatian kami, di antaranya adalah pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, ketersediaan sarana dan prasarana yang layak, penerapan kurikulum yang relevan, serta kemampuan menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat,” ungkap Bangun.
Lebih lanjut, Bangun juga menyoroti kondisi tenaga pengajar honorer yang masih menjadi perhatian utama. Dan berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus agar kesejahteraan dan status mereka lebih jelas.
“Kami juga menyampaikan harapan terkait nasib guru honorer, khususnya guru paruh waktu. Mengingat keterbatasan jumlah tenaga pendidik, terutama di tingkat Sekolah Dasar, kami berharap ada kebijakan yang memungkinkan mereka untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) agar lebih memiliki kepastian dan kesejahteraan dalam mengabdi,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris GPM, Andri Syahrul Pandiangan, memaparkan strategi dan pilar utama yang diyakini dapat menjadi langkah strategis dalam memajukan pendidikan. Menurutnya, ada lima pilar utama yang perlu diperkuat secara bersama-sama.
“Ada lima pilar yang kami rumuskan, yaitu pertama peningkatan kualitas sumber daya manusia; kedua pemenuhan dan pemerataan sarana prasarana; ketiga integrasi teknologi dalam pembelajaran agar relevan dengan perkembangan zaman; keempat penguatan karakter dan nilai-nilai luhur budaya; serta yang kelima memperkuat tata kelola sekolah dan partisipasi aktif masyarakat,” jelas Andri.
Ia menekankan bahwa kemajuan pendidikan bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kolektif. “Pendidikan adalah urusan kita semua. Oleh karena itu, strategi ini harus melibatkan peran aktif orang tua, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan untuk saling mengawasi dan mendukung kemajuan sekolah,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan masukan konstruktif dari GPM. Ia mengakui bahwa memang terdapat tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan di daerah ini, terutama terkait ketersediaan tenaga pengajar dan pemenuhan fasilitas sekolah.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan masukan yang disampaikan. Memang diakui bahwa saat ini kita masih menghadapi keterbatasan jumlah tenaga pendidik, serta masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian terkait sarana dan prasarana belajar,” ujar Musa.
Terkait kondisi guru honorer yang disorot, Musa menjelaskan bahwa selama ini mereka tetap dapat melaksanakan tugas mengajar dengan baik selama memiliki kualifikasi dan sertifikasi yang sesuai. Ia juga menegaskan bahwa pembayaran honor bagi guru paruh waktu telah diatur dan dapat disalurkan melalui mekanisme Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Untuk guru honorer, mereka tetap dapat mengajar selama memenuhi syarat administrasi dan kompetensi. Sementara untuk honorariumnya, saat ini sudah dapat disalurkan melalui dana BOS. Kami sangat terbuka dan siap menerima segala bentuk masukan dan kerjasama dari pihak manapun, termasuk GPM, demi memajukan pendidikan di Kabupaten Asahan ini,” pungkasnya.
Di akhir pertemuan, pihak GPM secara resmi menyerahkan dokumen berisi rincian program dan usulan yang telah disusun kepada Kepala Dinas Pendidikan. Dokumen tersebut rencananya akan dibahas lebih lanjut dan dipertimbangkan untuk diimplementasikan guna mendukung terciptanya sistem pendidikan yang lebih berkualitas dan merata bagi seluruh warga Kabupaten Asahan.(Tim)











