BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Ribuan pelajar, guru, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), dan Forkopimda Kabupaten Brebes bergerak bersama dalam senam sebelum Apel Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 di Lapangan Mini GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes, Selasa (22/9/2026).
Peringatan Haornas tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial. Pemerintah Kabupaten Brebes mendorong olahraga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan atlet untuk mendongkrak prestasi daerah.
Senam bersama menjadi pembuka rangkaian kegiatan Haornas. Agenda dilanjutkan dengan apel, penyerahan penghargaan kepada atlet berprestasi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Tahun 2026, pelepasan balon sebagai penanda launching Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), serta berbagai perlombaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes Tahroni bertindak sebagai pembina apel. Dalam kesempatan itu, ia membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa olahraga merupakan investasi bangsa. Aktivitas olahraga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, daya juang, dan produktivitas masyarakat.
“Olahraga adalah investasi bangsa. Melalui olahraga, kita membangun manusia Indonesia yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang, sekaligus meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan produktivitas masyarakat,” paparnya.
Haornas ke-43 mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”. Melalui tema tersebut, olahraga didorong menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, mulai dari sekolah, tempat kerja, desa dan kelurahan, ruang publik hingga keluarga.
Pemerintah daerah juga didorong menghadirkan ruang dan fasilitas olahraga yang mudah diakses, aman, serta inklusif. Dengan begitu, olahraga tidak hanya muncul ketika ada perlombaan, tetapi menjadi aktivitas rutin masyarakat.
Keberhasilan pembangunan olahraga juga tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau pertandingan. Perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu sasaran utama, yakni semakin banyak warga yang rutin bergerak dan berolahraga sehingga kesehatan, kebugaran, serta produktivitas ikut meningkat.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes Sutaryono mengatakan tema Haornas perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tema Haornas tidak hanya menjadi slogan saja, tapi menjadi budaya bagi masyarakat kita. Kita harus berolahraga agar badan selalu sehat dan bugar,” kata Sutaryono.
Menurutnya, senam dan apel Haornas menjadi momentum untuk membangun interaksi sekaligus menumbuhkan semangat masyarakat dalam membudayakan olahraga. Kebiasaan tersebut, kata dia, perlu ditanamkan sejak lingkungan sekolah sebelum berkembang di tengah keluarga dan masyarakat.
Budaya olahraga juga menjadi bagian penting dalam membangun fondasi prestasi atlet. Atlet yang telah menunjukkan prestasi perlu mendapat pembinaan secara berkelanjutan agar kualitas dan pencapaiannya dapat terus berkembang.
Sutaryono mengatakan pembinaan tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah, termasuk dalam hal pembiayaan.
“Kaitannya dengan atlet, tentunya berolahraga dan berlatih. Setelah menjadi atlet ini harus ada pembinaan. Memang harus ada dukungan dari pemerintah daerah, terutama masalah pembiayaan, sehingga benar-benar atlet ini terjaga kualitasnya untuk berlaga di tingkat berikutnya,” tuturnya.
Penghargaan kepada atlet berprestasi POPDA Tingkat Provinsi Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap perjuangan atlet muda Brebes. Penghargaan itu sekaligus menjadi pemantik bagi pelajar lainnya untuk menekuni olahraga secara serius.
Sutaryono menyebut perkembangan prestasi olahraga Brebes menunjukkan capaian positif. Salah satunya terlihat dari keberhasilan kontingen Brebes menembus 10 besar pada ajang Pra-PON 2026.
“Alhamdulillah, kemarin waktu ada Pra-PON kita masuk dalam 10 besar. Prestasi yang luar biasa tahun 2026 ini,” ungkapnya.
Peringatan Haornas ke-43 di Brebes pun membawa dua pesan sekaligus: membangun masyarakat yang lebih aktif dan bugar, serta memastikan pembinaan atlet berjalan berkelanjutan. Dari sekolah dan ruang publik, budaya olahraga diharapkan tumbuh menjadi bagian dari keseharian masyarakat Brebes.











