Rutan Sawahlunto Semarakkan Kemerdekaan Dengan Lomba Tradisional Bagi Warga Binaan

SAWAHLUNTO (SUMBAR)SUARA PANCASILA.ID– Rumah Tahanan Negara Rutan Kelas IIB Sawahlunto turut menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu kegiatan yang digelar adalah perlombaan tradisional bagi Warga Binaan Pemasyarakatan WBP yang dilaksanakan di lapangan Rutan Sawahlunto, Kamis 14/8/2026.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Rutan Sawahlunto, Mustofa. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, dan sportivitas di lingkungan rutan. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan salam-salaman antar peserta sebagai simbol persaudaraan sebelum memulai perlombaan.

Berbagai lomba tradisional dihadirkan untuk memeriahkan suasana. Di antaranya lomba makan kerupuk, balap karung, memindahkan koin dari dalam buah semangka, dan memasukkan paku ke dalam botol kaca. Meskipun dikemas sederhana, perlombaan tersebut berhasil menciptakan suasana meriah, penuh tawa, dan keceriaan di lingkungan rutan.

Bacaan Lainnya

Antusiasme warga binaan terlihat sangat tinggi dalam setiap perlombaan. Para peserta mengikuti lomba dengan semangat dan tetap menjunjung tinggi sportifitas. Sementara itu warga binaan lain yang tidak bertanding juga turut meramaikan dengan memberikan dukungan, yel-yel, dan tepuk tangan. Hal ini menciptakan suasana keakraban dan mempererat hubungan antara warga binaan dengan petugas.

Kepala Rutan Sawahlunto, Mustofa, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan. Perlombaan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

“Melalui perlombaan ini kami ingin seluruh warga binaan merasakan semangat kemerdekaan. Kami ingin membangun suasana yang positif, kompak, dan penuh kebersamaan di dalam rutan. Sekaligus menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan cinta tanah air,” ujar Mustofa.

Dan dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rutan Sawahlunto berharap dapat memberikan suasana yang positif bagi warga binaan. Ke depan, pembinaan humanis seperti ini akan terus dilakukan agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik tutupnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait