Plt Bupati Kunjungi Korban Kecelakaan Di Sumber Bening, Pendidikan Anak Korban Turut Jadi Perhatian

REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID -Di tengah rasa sakit akibat kecelakaan yang membuatnya belum bisa kembali bekerja, Mila Evika masih menyimpan satu kekhawatiran besar: masa depan pendidikan anak-anaknya.

Mila, warga Desa Sumber Bening, Kecamatan Selupu Rejang, sehari-hari bekerja sebagai penjual Yakult keliling. Bersama suaminya, ia berjuang memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Namun, kecelakaan yang dialaminya saat bekerja membuat langkahnya untuk sementara terhenti. Luka pada bagian kaki membuat Mila belum dapat kembali berkeliling menjajakan Yakult.Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Bapak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri SSTP MSi.

Bacaan Lainnya

Pada Jumat (28/8/2026), Bapak Plt. Bupati mengunjungi Mila di kediamannya di Desa Sumber Bening. Dalam kunjungan tersebut, Plt Bupati didampingi Asisten I Setda Rejang Lebong Bobby Harpa Santana SSTP MSi, Asisten III Elva Mardiana SIP MM, Ketua Baznas H. Ahmad Supani serta pihak terkait lainnya

Kehadiran Bapak Plt Bupati bukan hanya untuk melihat kondisi Mila dan menyerahkan bantuan guna meringankan beban keluarga, tetapi juga mendengar langsung persoalan yang tengah dihadapi keluarga tersebut.

Dari perbincangan itulah, terungkap kisah perjuangan Laura Salsalbila, putri Mila.Laura sebenarnya sudah memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bahkan, ia sudah mendaftar dan mengisi formulir pendaftaran kuliah di Politeknik Rafflesia.

Namun, impian tersebut terpaksa ditunda.Di saat Laura hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tersebut, adiknya juga harus memasuki jenjang pendidikan SMK. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, biaya pendidikan keduanya secara bersamaan dirasakan tidak sanggup ditanggung.

Laura akhirnya memilih mengalah.Ia membiarkan adiknya terlebih dahulu melanjutkan pendidikan ke SMK, sementara dirinya harus rela menunda kuliah selama satu tahun.Keputusan itu tentu bukan perkara mudah.Mendengar cerita itu, Plt Bupati Hendri langsung berupaya mencarikan solusi.

“Kalau memang anaknya sudah ada keinginan untuk kuliah dan sudah mendaftar, jangan sampai karena persoalan biaya akhirnya harus kehilangan kesempatan. Kita coba carikan jalan keluarnya,” ujar Plt Bupati.Tak berhenti pada ucapan, Plt Bupati langsung menghubungi Direktur Politeknik Rafflesia untuk membicarakan kondisi Laura.

“Saya sudah menghubungi pihak Politeknik Rafflesia. Kita komunikasikan bagaimana supaya Laura tetap bisa kuliah, termasuk kemungkinan mendapatkan beasiswa. Mudah-mudahan ada solusi terbaik,” lanjutnya.

Plt Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, termasuk menyangkut pendidikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

“Pendidikan anak harus kita pikirkan bersama. Kalau ada anak yang punya kemauan untuk kuliah tetapi terkendala ekonomi, kita harus berusaha mencari jalan agar cita-citanya tetap bisa diwujudkan,” tegasnya.Mendengar langsung kepedulian tersebut, suasana di kediaman Mila berubah haru.

Laura yang sejak awal berusaha menerima kenyataan harus menunda kuliah, tampak tak kuasa menahan air mata. Sang ibu, Mila, pun ikut menitikkan air mata.Bagi keduanya, perhatian tersebut bukan sekadar bantuan. Ada harapan yang tiba ketika keluarga sedang berada dalam keadaan sulit.Laura pun seolah kembali mendapatkan harapan.

“Saya sebenarnya sudah daftar dan mengisi formulir untuk kuliah. Tapi karena kondisi ekonomi, saya memilih mengalah dulu supaya adik bisa sekolah SMK. Kalau memang ada kesempatan untuk kuliah, tentu saya sangat bersyukur,” ungkap Laura.

Air mata Laura kembali jatuh ketika mendengar bahwa Direktur Politeknik Rafflesia akan mencarikan solusi pendidikan baginya.Sementara Mila, sang ibu, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.

“Saya sangat berterima kasih. Selama ini kami memang berusaha sendiri untuk biaya anak-anak. Saya juga ikut membantu suami dengan berjualan Yakult. Sekarang karena kaki saya luka, saya belum bisa bekerja. Kalau anak saya bisa dibantu untuk kuliah, tentu kami sangat bersyukur,” tutur Mila.

suarapancasilaid'

Pos terkait