KOTA MALANG (JATIM),SUARAPANCASILA,ID-Upaya mendorong percepatan pembangunan kawasan timur Kota Malang terus dilakukan masyarakat. Malang Peduli Demokrasi (MPD) bersama perwakilan warga Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, menggelar audiensi dengan Wali Kota Malang di Balai Kota Malang, Senin (3/8/2026), untuk menyampaikan sejumlah usulan strategis yang dinilai mampu memperkuat konektivitas, pariwisata, budaya, hingga perekonomian masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, sedikitnya empat usulan utama disampaikan kepada Pemerintah Kota Malang, yakni pelebaran akses Jalan Mayjen Sungkono menuju Wonokoyo, pengembangan Wisata Juang Hamid Rusdi, pelestarian budaya lokal, serta penguatan kawasan sebagai pusat edukasi sejarah dan kepahlawanan.
Usulan pertama adalah pelebaran jalan di sisi utara Terminal Hamid Rusdi yang saat ini hanya memiliki lebar sekitar dua hingga tiga meter. Warga mengusulkan agar jalan tersebut diperlebar menjadi sekitar enam meter sehingga mampu meningkatkan akses transportasi masyarakat menuju Wonokoyo.
Demi mendukung percepatan pembangunan, sejumlah warga bahkan telah menyatakan kesediaannya menghibahkan sebagian lahannya. Meski demikian, realisasi proyek masih menunggu kajian teknis serta proses administrasi dari Pemerintah Kota Malang.
Tak hanya infrastruktur, masyarakat juga mengusulkan pemanfaatan lahan bengkok seluas sekitar 2.000 meter persegi di belakang Terminal Hamid Rusdi menjadi lapangan layang-layang. Lokasi itu dirancang menjadi bagian dari pengembangan kawasan Wisata Juang Hamid Rusdi yang nantinya dipadukan dengan berbagai wahana wisata seperti waterboom, wisata perahu, jeep wisata, hingga ruang terbuka bagi aktivitas komunitas.
Warga juga berharap aliran sungai atau saluran irigasi di kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai wisata air. Untuk itu, mereka meminta dukungan Pemerintah Kota Malang agar dapat memberikan rekomendasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sehingga proses perizinan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Selain pembangunan fisik, audiensi juga membahas pentingnya pelestarian budaya Madura yang telah lama berkembang di wilayah Wonokoyo, Buring, dan Madyopuro. Pemerintah diharapkan memberikan perhatian melalui program lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar potensi budaya lokal dapat terus berkembang.
Usulan lainnya adalah menjadikan kawasan Wisata Juang Hamid Rusdi sebagai pusat peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November. Menurut warga, usulan tersebut sejalan dengan nilai historis Hamid Rusdi yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional melalui Surat Keputusan Menteri Sosial.
Sebagai pendukung kawasan wisata edukasi, masyarakat juga mengusulkan penyelenggaraan seminar, simposium, maupun sarasehan yang melibatkan akademisi dan perguruan tinggi guna memperkuat kajian sejarah perjuangan Hamid Rusdi.
Tokoh masyarakat Wonokoyo, H. Suhartono, mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan merupakan kebutuhan nyata masyarakat sekaligus bagian dari upaya membangun kawasan timur Kota Malang secara berkelanjutan.
“Audiensi ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara masyarakat dan Pemerintah Kota Malang. Kami membawa berbagai usulan mulai dari pelebaran jalan, pengembangan Wisata Juang Hamid Rusdi, pemanfaatan lahan bengkok sebagai lapangan layang-layang, hingga pelestarian budaya lokal. Alhamdulillah seluruh aspirasi diterima dengan baik dan mendapat respons positif dari Bapak Wali Kota,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Abah Suhar itu menjelaskan, pelebaran jalan merupakan kebutuhan yang paling mendesak karena akses menuju Wonokoyo masih sempit dan belum mampu mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat.
“Yang menggembirakan, masyarakat sudah menunjukkan semangat gotong royong. Ada beberapa warga yang dengan sukarela siap menghibahkan sebagian tanahnya demi kepentingan umum. Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti agar pembangunan dapat direalisasikan secepatnya,” katanya.
Menurutnya, pengembangan Wisata Juang Hamid Rusdi tidak semata-mata menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Harapan kami kawasan ini berkembang menjadi ikon wisata sejarah, budaya, dan edukasi Kota Malang. Jika dikelola secara maksimal, manfaatnya akan dirasakan masyarakat melalui tumbuhnya UMKM, meningkatnya kunjungan wisatawan, serta lahirnya berbagai peluang usaha baru tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan,” tutur Abah Suhar.
Sementara itu, perwakilan Malang Peduli Demokrasi (MPD), Darsono Kunto, mengapresiasi sikap terbuka Wali Kota Malang yang menerima seluruh aspirasi masyarakat dengan serius.
Menurut Darsono, Wali Kota menegaskan bahwa seluruh usulan akan dikaji secara komprehensif bersama OPD teknis sebelum direalisasikan.
“Kami melihat komitmen yang sangat baik dari Bapak Wali Kota. Beliau menyampaikan bahwa pengembangan kawasan timur, khususnya Wonokoyo, menjadi perhatian pemerintah. Seluruh usulan akan dibahas bersama perangkat daerah terkait agar pelaksanaannya tepat sasaran,” ujarnya.
Darsono menjelaskan, pemerintah juga akan menyesuaikan tahapan pelaksanaan dengan kesiapan tim teknis, termasuk Plh Sekda yang memiliki latar belakang bidang pekerjaan umum sehingga diharapkan mampu mempercepat kajian infrastruktur.
“Beliau juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap mempertimbangkan skala prioritas. Saat ini fokus pada beberapa program strategis, termasuk ketahanan pangan. Namun setelah kajian teknis selesai, pemerintah akan melangkah ke tahap aksi di lapangan,” jelasnya.
Darsono berharap hasil audiensi tersebut segera ditindaklanjuti sehingga Wonokoyo mampu berkembang menjadi kawasan unggulan di timur Kota Malang.
“Potensi Wonokoyo sangat besar, baik dari sisi sejarah, budaya maupun pariwisata. Jika seluruh pihak bersinergi, kami optimistis kawasan ini akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Malang sekaligus destinasi wisata sejarah yang membanggakan,” pungkasnya.











