Sinergi TNI dan Warga Wonokoyo Lebarkan Jembatan, Perkuat Akses Pertanian dan Dukung Wisata Juang Jelang HUT RI ke-81

KOTA MALANG (JATIM),SUARAPANCASILA,ID— Semangat gotong royong menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan melalui kerja bakti pelebaran jembatan menuju kawasan Wisata Juang di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang melibatkan warga bersama personel TNI dari Batalyon Infanteri 512/Quratara Yudha tersebut bertujuan meningkatkan akses transportasi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan UMKM di kawasan Wonokoyo.

Babinsa Kelurahan Wonokoyo, Heru Baskoro, mengatakan pelebaran jembatan merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur di lingkungan setempat.

Bacaan Lainnya

“Jembatan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar dua meter kini diperlebar menjadi 3,5 meter agar akses masyarakat menjadi lebih baik. Kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan antara TNI dan warga,” ujar Heru.

Sebanyak 20 personel Batalyon Infanteri 512/Quratara Yudha diterjunkan untuk membantu proses pengerjaan. Menurut Heru, pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan kualitas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut merupakan akses vital yang digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari, termasuk menuju lahan pertanian.

“Jembatan ini menjadi jalur keluar masuk masyarakat dan akses menuju area pertanian, sehingga keberadaannya sangat penting,” katanya.

Ketua RW 02 Kelurahan Wonokoyo, Muhammad Suhir, menyampaikan bahwa pelebaran jembatan dilaksanakan secara swadaya dengan semangat gotong royong. Sebelum pelaksanaan, warga mengajukan permohonan bantuan kepada Babinsa yang kemudian ditindaklanjuti dengan dukungan personel TNI.

Menurut Suhir, pelebaran jembatan menjadi kebutuhan mendesak karena sebelumnya kendaraan roda empat belum dapat melintas menuju area pertanian. Akibatnya, hasil panen harus diangkut menggunakan sepeda motor secara bertahap sehingga membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.

“Dengan jembatan yang lebih lebar, kendaraan roda empat nantinya dapat masuk untuk mengangkut hasil panen sehingga proses distribusi menjadi lebih efisien dan meringankan beban petani,” ujarnya.

Seluruh biaya pembangunan berasal dari swadaya masyarakat melalui iuran warga sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur lingkungan.

Pengerjaan jembatan ditargetkan selesai dalam satu hari. Warga berharap akses yang lebih baik tidak hanya meningkatkan kelancaran mobilitas dan distribusi hasil pertanian, tetapi juga menjadi penunjang berkembangnya Wisata Juang Wonokoyo serta UMKM di kawasan tersebut menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

suarapancasilaid'

Pos terkait