BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Brebes. Salah satunya dengan memastikan seluruh balita yang berisiko stunting memperoleh bantuan pangan bergizi melalui program Bantuan Penurunan Stunting dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebagai langkah nyata mencetak generasi Brebes yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Komitmen itu ditunjukkan Paramitha dengan menyerahkan langsung bantuan kepada keluarga penerima manfaat di Balai Desa Wanatirta dan Balai Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Rabu (15/7/2026). Sebanyak 300 balita menerima bantuan berupa beras Fortivit, telur, susu, serta beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah yang akan disalurkan dalam dua tahap selama semester ini sebagai bagian dari intervensi pemenuhan gizi bagi balita berisiko stunting.
Dalam kesempatan itu, Paramitha menegaskan pemenuhan gizi anak sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, anak-anak yang tumbuh sehat memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara optimal, berprestasi, dan menjadi generasi penerus pembangunan.
“Anak-anak adalah masa depan Brebes. Karena itu, memastikan mereka tumbuh sehat dan tercukupi gizinya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dari keluarga yang sehat akan lahir generasi yang cerdas dan berkualitas,” kata Paramitha.
Ia menjelaskan, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi juga berdampak terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, kondisi kesehatan, hingga produktivitas seseorang saat dewasa. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan keluarga.
Menurut Paramitha, bantuan pangan bergizi yang diberikan merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi sekaligus membantu meringankan beban keluarga penerima manfaat.
“Semoga bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sehingga mereka dapat tumbuh sehat, aktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ucapnya.
Selain menyalurkan bantuan, Paramitha juga mengajak para orang tua untuk terus memperhatikan pola asuh dan kesehatan anak. Ia mengimbau masyarakat memberikan ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi dan kaya protein hewani, rutin membawa anak ke Posyandu, melengkapi imunisasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Keberhasilan mencegah stunting sangat bergantung pada peran keluarga. Mari bersama-sama kita jaga tumbuh kembang anak agar mereka menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan siap membangun Brebes di masa depan,” tuturnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam percepatan penurunan stunting, mulai dari organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat yang terus bersinergi menjalankan berbagai program intervensi.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes optimistis angka stunting akan terus menurun. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan anak, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya sumber daya manusia yang unggul untuk mendukung terwujudnya Brebes Beres dan menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowaty, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Hendri Adi Komara, Kepala DP3KB Kabupaten Brebes Eni Listiana, Camat Paguyangan Koko Kusnanto, jajaran Forkopimcam, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat penerima manfaat.











