Pemkab Banyuasin Dukung Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP-MBG dan HLM TPID Sumsel

BANYUASIN, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuasin mendukung langkah strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Bank Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan serta pengendalian inflasi daerah. Dukungan ini ditunjukkan melalui partisipasi Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng,. dalam agenda Launching Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Makan Bergizi Gratis (GSMP-MBG) sekaligus High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Lanud Sri Mulyo Herlambang. Kamis (30/07)

Kegiatan strategis yang diluncurkan langsung bersama jajaran Pemprov Sumsel dan Bank Indonesia ini mengintegrasikan program transformasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang telah berjalan sejak 2021—ke dalam ekosistem rantai pasok Makan Bergizi Gratis. Langkah ini menghubungkan sektor hulu hingga hilir, melibatkan petani, peternak, nelayan, UMKM, pondok pesantren, hingga koperasi.

Dalam paparannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga komoditas pangan khususnya pasca-periode libur sekolah.

Bacaan Lainnya

“Pengaturan menu MBG perlu memperhatikan ketersediaan pasokan serta komoditas unggulan daerah guna stabilitas harga. Secara jangka panjang, Bank Indonesia sangat mendukung transformasi GSMP ke dalam ekosistem rantai pasok MBG untuk memperkuat perekonomian daerah.” ujarnya

Kemudian, Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat budaya menanam mandiri demi menopang kebutuhan pangan harian dan kelancaran program MBG .

“Ayo kita mulai menanam di rumah masing-masing, paling tidak satu batang cabai atau terung. Hal ini secara bertahap akan mengurangi ketergantungan permintaan pasar, bahkan hasil pekarangan maupun perkebunan warga dapat menyuplai kebutuhan program MBG, dan rantai pasok yang berjalan lancar dan terintegrasi.” tutup Cik Ujang

Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas pula langkah-langkah antisipasi terhadap pergerakan komoditas penyumbang inflasi daerah serta rekomendasi upaya pengendalian inflasi jangka pendek berbasis strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).

suarapancasilaid'

Pos terkait