LAHAT, SUARA PANCASILA.ID – Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH, MH, secara resmi membuka kegiatan Senam Sehat Massal dan Sosialisasi QRIS serta Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) dalam rangka memeriahkan Gebyar QRIS PeKA (Peduli, Kenali dan Adukan) dengan tema “Gerakan Bersama Masyarakat Perluas Akseptasi QRIS, Perkuat Perlindungan Konsumen serta momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia”, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Halaman GOR Bukit Tunjuk, Kabupaten Lahat, tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Ribuan masyarakat Kabupaten Lahat tampak memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti senam sehat massal bersama. Selain kegiatan olahraga, acara juga dimeriahkan dengan kehadiran para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta berbagai kegiatan menarik lainnya.
Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan berbagai doorprize bagi peserta yang beruntung. Beragam hadiah menarik disiapkan dan dapat dibawa pulang oleh para pemenang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lahat Dr. Ir. H. Izromaita, M.Si., perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan, para Asisten Setda Lahat, Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Lahat, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lahat, serta masyarakat Kabupaten Lahat.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan laporan terkait pelaksanaan kegiatan Gebyar QRIS PeKA di Kabupaten Lahat.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan Senam Sehat Massal dalam rangka memeriahkan Gebyar QRIS PeKA (Peduli, Kenali dan Adukan) tidak hanya menjadi ajang untuk menjaga kesehatan dan kebugaran masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya penggunaan transaksi digital yang aman, cepat, mudah, dan efisien.
Wakil Bupati juga mengajak masyarakat Kabupaten Lahat untuk terus meningkatkan pemahaman terhadap penggunaan QRIS sebagai salah satu instrumen pembayaran digital, sekaligus tetap memiliki kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman yang baik terhadap Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap masyarakat semakin memahami manfaat transaksi digital menggunakan QRIS, namun tetap mencintai, bangga, dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, digitalisasi sistem pembayaran diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pelaku UMKM dalam melakukan transaksi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan digital serta mendorong UMKM untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi,” pungkasnya.
Kegiatan semakin meriah dengan berbagai rangkaian acara seru yang berhasil mengundang antusiasme masyarakat. Peserta diajak mengikuti program “Cukup Bayar Rp1 Dapat Rp5.000” serta “Cukup Bayar Rp1.945” yang memberikan kesempatan untuk berbelanja berbagai produk menarik dari UMKM.
Keseruan juga semakin terasa dengan permainan menyusun puzzle uang, undian berhadiah dengan berbagai hadiah menarik, serta beragam aktivitas lainnya. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya peserta yang ikut berpartisipasi dan menikmati seluruh rangkaian acara hingga selesai.











