Penjual Bakso di Tanah Laut Akui Rekayasa Jadi Korban Begal karena Terlilit Utang

Oplus_131072

TANAH LAUT, SUARA PANCASIA.ID – Kasus dugaan pembegalan terhadap seorang penjual bakso di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, yang sempat viral di media sosial, ternyata merupakan rekayasa. Pria bernama Bambang, warga Desa Durian Bungkuk, akhirnya mengakui cerita pembegalan yang sebelumnya disampaikannya tidak benar.

Pengakuan itu disampaikan Bambang dalam video klarifikasi yang direkam di Mapolsek Batu Ampar pada Jumat (8/5/2026).Dalam video tersebut, Bambang meminta maaf kepada masyarakat karena telah membuat cerita palsu terkait aksi begal di Jalan Dewata, Desa Jilatan.

“Semua itu rekayasa. Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Tanah Laut,” ujar Bambang dalam video klarifikasi. Sebelumnya, kabar dugaan pembegalan itu sempat menghebohkan warga. Bambang disebut ditemukan tergeletak di semak-semak di kawasan Jalan Dewata pada Rabu (6/5/2026).

Bacaan Lainnya

Saat itu, korban mengaku menjadi korban tindak kejahatan jalanan ketika hendak pergi ke pasar. Ia juga menyebut uang dan telepon genggam miliknya hilang dibawa pelaku.

Informasi tersebut sempat memicu perhatian warga dan aparat kepolisian. Satreskrim Polres Tanah Laut bersama Polsek Batu Ampar bahkan turun melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara. Namun dalam pemeriksaan lanjutan, Bambang akhirnya mengakui seluruh cerita tersebut dibuat-buat.

Ia mengaku nekat merekayasa kejadian itu karena tertekan persoalan ekonomi dan utang rumah tangga. Kapolsek Batu Ampar membenarkan bahwa Bambang telah membuat surat pernyataan sekaligus video permintaan maaf di hadapan polisi.

Polisi memastikan tidak ditemukan adanya aksi pembegalan sebagaimana informasi yang sebelumnya beredar di masyarakat. Kasus tersebut diselesaikan melalui pembinaan. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial.

 

Pos terkait