TANAH LAUT(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Di tengah suasana sederhana Desa Sungai Jelai, Kecamatan Tambang Ulang, geliat demokrasi hadir dalam bentuk yang paling dekat dengan masyarakat. Senin, 27 April 2026, Giyarti menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2026, membuka ruang dialog langsung dengan warga yang selama ini menjadi denyut nadi pembangunan daerah.
Kegiatan reses ini tidak sekadar agenda formal, melainkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan nyata yang mereka rasakan sehari-hari. Dari persoalan infrastruktur jalan yang memerlukan perbaikan, sistem drainase yang belum optimal, hingga dorongan dukungan terhadap Kelompok Wanita Tani, seluruh aspirasi mengemuka dalam forum yang berlangsung terbuka dan partisipatif.
Didampingi Ketua DPD Nasdem Tanah Laut, Joko Pitoyo, jalannya dialog memperlihatkan adanya kesadaran kolektif bahwa pembangunan harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Desa tidak lagi menjadi objek pembangunan semata, melainkan subjek yang aktif menentukan arah kebijakan.
Giyarti menempatkan setiap aspirasi sebagai bagian dari tanggung jawab politik yang harus dikawal hingga ke tingkat pengambilan keputusan. Fokus pembangunan di Daerah Pemilihan 4, yang meliputi Kecamatan Bati-Bati dan Tambang Ulang, menjadi prioritas agar pemerataan pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil.
Melalui reses ini, tersirat satu pesan kuat: pembangunan yang berkelanjutan lahir dari keberanian mendengar. Dan di Sungai Jelai, suara-suara itu telah dihimpun, menunggu untuk diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak pada masyarakat.(suarapancasila.id-hayat)










