Reses Monica di Sungai Cuka Soroti Normalisasi Sungai dan Risiko Banjir

KINTAP(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Suasana hangat dan penuh keterbukaan mewarnai kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut, Monica, S.Psi., dari Fraksi Partai Golkar di Desa Sungai Cuka, Kecamatan Kintap, Senin (27/4/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda serap aspirasi di Daerah Pemilihan (Dapil) 2—meliputi Kecamatan Kintap, Batu Ampar, dan Jorong—itu menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat yang selama ini bergulat dengan persoalan lingkungan, khususnya ancaman banjir.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan aspirasi utama terkait kebutuhan normalisasi sungai di Desa Sungai Cuka. Harapan mereka sederhana namun mendesak: aliran sungai yang lebih lancar diyakini mampu meminimalisir potensi bencana banjir yang kerap mengancam permukiman.

Namun, di balik harapan itu, tersimpan persoalan teknis yang tidak ringan. Upaya normalisasi sungai dihadapkan pada kendala akses. Penggunaan alat berat menjadi kebutuhan mutlak, tetapi jalur menuju lokasi sungai harus melintasi sejumlah lahan kebun milik warga. Situasi ini menuntut pendekatan yang tidak hanya teknis, tetapi juga sosial—mengutamakan komunikasi dan kesepahaman dengan para pemilik lahan.

Bacaan Lainnya

Monica, dalam kesempatan tersebut, tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya langkah antisipasi dini dalam menghadapi risiko banjir. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya bertumpu pada proyek fisik semata, melainkan juga kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.

Adapun unsur masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut meliputi perwakilan Kepala Desa Sungai Cuka, perwakilan BPD Sungai Cuka, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan dari Polsek Kintap.

Reses ini menjadi potret bagaimana persoalan di tingkat desa membutuhkan perhatian yang terukur dan berkelanjutan. Di satu sisi, ada kebutuhan akan intervensi infrastruktur. Di sisi lain, ada realitas sosial yang harus dijembatani dengan bijak. Dari Sungai Cuka, pesan itu kembali ditegaskan: pembangunan yang efektif adalah yang mampu mendengar, memahami, dan menjawab kebutuhan warga secara utuh.(suarapancasila.id-hayat)

Pos terkait