Seleksi Putra-Putri Pariwisata Tala 2026 Dijamin Transparan Tanpa Intervensi

PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Derap langkah para semifinalis Putra-Putri Pariwisata Kabupaten Tanah Laut 2026 mewarnai panggung Sasirangan Runway yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas, Minggu (14/06/2026). Balutan kain sasirangan khas daerah tak hanya menjadi busana yang diperagakan, tetapi juga simbol identitas budaya yang diperkenalkan kepada publik melalui ajang pencarian duta wisata daerah tersebut.

Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi menuju delapan besar Putra-Putri Pariwisata Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026. Para semifinalis diberikan kesempatan untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka, mulai dari kepercayaan diri, kreativitas, hingga keterampilan memperagakan busana sasirangan yang merupakan warisan budaya khas Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Laut, Zulpuaddin, S.Sos, menegaskan bahwa seluruh rangkaian seleksi dilaksanakan secara murni, transparan, dan tanpa campur tangan pihak mana pun. Penegasan tersebut disampaikannya di sela kegiatan Sasirangan Runway yang menjadi bagian dari proses penilaian peserta.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi diri sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. Sasirangan yang ditampilkan para peserta memiliki nilai estetika, filosofi, serta nilai ekonomi yang menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Tanah Laut.

Zulpuaddin berharap para peserta mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka. Tidak hanya tampil memukau di atas panggung, para semifinalis juga diharapkan memiliki kapasitas sebagai representasi daerah yang mampu mempromosikan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif Tanah Laut.

Dalam kesempatan itu, ia kembali menekankan bahwa seluruh proses penilaian sepenuhnya berada di tangan dewan juri yang bekerja secara profesional dan objektif.

“Tidak ada intervensi dari Kepala Dinas maupun Pemerintah Daerah. Semua penilaian murni berdasarkan kemampuan, bakat, dan penampilan peserta,” tegasnya.

Dengan mekanisme penilaian yang mengedepankan profesionalisme, ajang Putra-Putri Pariwisata Kabupaten Tanah Laut 2026 diharapkan dapat melahirkan figur-figur muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi duta wisata yang membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.

Melalui kegiatan Sasirangan Runway ini, para semifinalis juga didorong untuk berkompetisi secara sehat serta memberikan penampilan terbaik demi meraih tiket menuju tahapan seleksi berikutnya dan masuk dalam jajaran delapan besar Putra-Putri Pariwisata Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026.(suarapancasila.id-foto:ist/mctala)

suarapancasilaid'

Pos terkait