BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Menikmati suasana alam tidak selalu harus pergi jauh. Di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Waduk Malahayu menawarkan lanskap perairan yang berpadu dengan suasana hijau dan kesejukan alam.
Kawasan waduk menjadi salah satu ruang rekreasi bagi masyarakat. Pengunjung dapat menikmati panorama perairan, bersantai, hingga menyalurkan hobi memancing sambil menikmati suasana terbuka.
Potensi tersebut terus dijaga. Salah satunya melalui aksi bersih-bersih yang melibatkan sekitar 300 orang di kawasan Waduk Malahayu, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan yang diprakarsai Komunitas Peduli Sungai (KPS) Masyarakat Jaga Kali (Masjaka) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Geger Halang itu melibatkan pelajar SD, SMP, MTs, dan SMA se-Kecamatan Banjarharjo, warga Desa Malahayu, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Mereka bergotong royong membersihkan kawasan waduk. Lebih dari sekadar membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa destinasi wisata yang nyaman membutuhkan lingkungan yang bersih dan terawat.
Ketua KPS Masjaka Mahfudin mengatakan, kegiatan tersebut telah dipersiapkan sejak beberapa bulan sebelumnya.
Menurut dia, aksi bersih-bersih menjadi langkah lanjutan setelah gerbang akses masuk pengunjung ke kawasan Waduk Malahayu dibuka pada 2 Juni 2026.
“Setelah gerbang akses masuk pengunjung dibuka pada 2 Juni lalu, kami bersepakat kegiatan berikutnya adalah bersih-bersih Waduk Malahayu. Kebersihan menjadi salah satu daya tarik utama objek wisata sehingga harus dijaga bersama,” kata Mahfudin.
Menjaga Pesona Waduk Malahayu
Waduk Malahayu memiliki daya tarik berupa bentang perairan yang dikelilingi kawasan hijau. Suasana tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat datang untuk menikmati waktu luang di kawasan waduk.
Selain menjadi tempat rekreasi, kawasan ini juga menjadi ruang aktivitas masyarakat. Sejumlah pengunjung memanfaatkannya untuk memancing maupun sekadar menikmati pemandangan.
Potensi wisata tersebut membutuhkan lingkungan yang terjaga. Kebersihan kawasan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kenyamanan pengunjung sekaligus keberlanjutan destinasi.
Mahfudin menilai upaya menjaga Waduk Malahayu tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Komunitas, masyarakat, kelompok sadar wisata, pelajar, pemerintah, hingga pengelola kawasan memiliki peran masing-masing.
Karena itu, kegiatan bersih-bersih tersebut direncanakan tidak berhenti sebagai agenda sesaat.
Program Jumat Bersih disiapkan untuk dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan organisasi perangkat daerah dan Unit Pengelola Bendungan Malahayu.
“Harapannya kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali. Kami ingin membangun kebiasaan bersama untuk menjaga kebersihan Waduk Malahayu secara berkelanjutan,” ujarnya.
Libatkan Generasi Muda
Ada pesan lain yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut, yakni menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda.
Keterlibatan ratusan pelajar membuat kegiatan bersih-bersih tidak hanya menjadi aktivitas membersihkan kawasan, tetapi juga ruang pembelajaran di luar kelas.
Para pelajar diajak melihat secara langsung kondisi lingkungan sekaligus memahami bahwa menjaga alam membutuhkan kebiasaan dan kepedulian bersama.
Mahfudin mengatakan, edukasi lingkungan penting dilakukan sejak dini agar kesadaran menjaga kebersihan dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter generasi muda.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sungai yang diperingati pada 27 Juli 2026 serta menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ajak Pengunjung Ikut Merawat
Anggota Pokdarwis Geger Halang, Masrawit, berharap kawasan Waduk Malahayu semakin bersih, hijau, dan nyaman sehingga dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.
Menurut dia, menjaga daya tarik wisata tidak hanya menjadi tugas pengelola atau komunitas. Pengunjung juga memiliki peran penting.
Ia mengimbau wisatawan membuang sampah pada tempatnya dan tidak merusak tanaman. Para pemancing juga diharapkan ikut menjaga keseimbangan ekosistem dengan tidak mengambil ikan secara sembarangan.
“Kami ingin Waduk Malahayu tetap bersih, hijau, dan lestari. Kalau lingkungannya terjaga, masyarakat akan semakin nyaman berwisata dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” kata Masrawit.
Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari pengunjung. Dedi, warga Tanjung, menilai kegiatan bersih-bersih merupakan langkah positif untuk menjaga kawasan waduk sekaligus menciptakan lingkungan wisata yang sehat dan nyaman.
Ia secara khusus mengapresiasi keterlibatan para pelajar. Menurut Dedi, kebiasaan menjaga lingkungan perlu diperkenalkan sejak usia dini.
“Bersih-bersih waduk ini sangat bagus, karena cikal bakal pelestarian waduk juga lingkungan harus bersih. Semoga Waduk Malahayu tetap menjadi destinasi wisata yang bersih, indah, dan membanggakan masyarakat Brebes,” tutur Dedi.
Menjaga Wisata untuk Jangka Panjang
Waduk Malahayu bukan hanya tentang hamparan air dan panorama alam. Di kawasan tersebut terdapat potensi wisata, aktivitas masyarakat, serta ruang interaksi yang dapat terus dikembangkan.
Karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi investasi penting bagi keberlanjutan destinasi.
Gotong royong yang melibatkan komunitas, Pokdarwis, pelajar, warga, dan pemangku kepentingan menunjukkan bahwa pengembangan wisata dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan kawasan yang bersih, hijau, dan terawat, Waduk Malahayu diharapkan semakin nyaman untuk dikunjungi sekaligus tetap lestari bagi masyarakat di sekitarnya.
Pada akhirnya, pesona sebuah destinasi bukan hanya tentang apa yang bisa dinikmati hari ini, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaganya agar tetap dapat dinikmati generasi berikutnya.











