MUARAENIM, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi resmi membuka pelatihan berbasis unit kompetensi pada Senin (27/04).
Guna menekan angka pengangguran di wilayah tersebut. Pelatihan yang diikuti oleh 80 calon tenaga kerja muda ini mencakup berbagai kejuruan, mulai dari otomotif mekanik dasar, perbaikan pendingin udara, administrasi perkantoran, desain grafis, hingga tata kecantikan.
Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., yang menegaskan pentingnya pembekalan keahlian bagi generasi muda agar mampu bersaing di dunia kerja maupun merintis usaha mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Dalam kegiatan yang dihadiri Forkopimda dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah telah memperkuat regulasi melalui Raperda penyerapan tenaga kerja yang mewajibkan komposisi 55 persen untuk tenaga kerja lokal.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan warga asli Muara Enim mendapatkan peluang prioritas di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut, selama memiliki kompetensi yang sesuai. Bupati berharap para peserta tidak hanya terpaku mencari kerja, tetapi juga memiliki mentalitas kewirausahaan untuk menciptakan lapangan kerja baru setelah menyelesaikan pelatihan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Eddy Irson, S.T., M.Si., memaparkan target untuk menurunkan angka pengangguran dari 4,13 persen pada tahun 2025 menjadi 3,93 persen di tahun 2026.
Sebagai langkah tindak lanjut, ungkapnya, para peserta akan dihimpun dalam sebuah grup koordinasi untuk memantau perkembangan karier mereka, baik yang terserap di industri maupun yang berhasil membuka usaha sendiri. Dirinya berharap pendataan ini dapat menjadi tolok ukur keberhasilan program pemberdayaan tenaga kerja di Kabupaten Muara Enim secara berkelanjutan.










