BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Brebes tengah mengembangkan program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, putus sekolah, hingga yang rentan putus sekolah. Program ini tidak menggunakan mekanisme pendaftaran seperti sekolah formal, melainkan penjangkauan langsung ke lapangan.
Dalam pelaksanaannya, petugas akan mendatangi lokasi yang dianggap memiliki potensi anak tidak sekolah, mulai dari kawasan permukiman padat, pasar, perempatan jalan, hingga titik keberadaan anak putus sekolah. Seluruh layanan dalam program ini dipastikan gratis, dan petugas di lapangan dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apa pun.
“Tidak ada istilah pendaftaran, yang ada penjangkauan,” demikian konsep yang diterapkan dalam program tersebut.
Program ini menargetkan anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial (DTSEN). Selain itu, anak putus sekolah dan anak yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan juga menjadi sasaran utama. Bagi calon peserta didik yang memenuhi kriteria namun terkendala administrasi, pemerintah daerah akan melakukan pendampingan untuk melengkapi data agar tetap dapat mengakses layanan pendidikan.
Penjangkauan dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi-lokasi yang dianggap memiliki potensi anak tidak sekolah. Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk memastikan data yang diperoleh sesuai kondisi riil di lapangan. Program ini turut melibatkan , serta perangkat desa dan kelurahan dalam proses verifikasi dan pendampingan.
Di sisi lain, pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kabupaten Brebes juga telah dimulai di wilayah Kecamatan Larangan. Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas konstruksi sudah berjalan, meski sebelumnya proyek ini menghadapi kendala teknis, terutama akses jalan menuju lokasi yang terbatas serta distribusi material yang belum optimal.
Pemerintah Kabupaten Brebes menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat dapat selesai pada Juni 2026 dan mulai difungsikan secara bertahap setelahnya.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan optimisme terhadap progres pembangunan tersebut.
“Bismillah bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Brebes saat ini sedang berjalan dengan baik dan ditargetkan selesai pada bulan Juni 2026,” kata Paramitha.
Ia juga berharap dukungan masyarakat agar program tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi warga.
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar, khususnya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak kita,” pungkasnya.










