BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – BPJS Kesehatan menegaskan pentingnya penerapan standar ketat dalam operasional layanan Cathlab RSUD Brebes yang resmi diperkenalkan melalui soft launching di Aula RSUD Brebes, Selasa (12/5/2026). Layanan ini diprioritaskan untuk penanganan kasus kegawatdaruratan jantung, terutama serangan jantung yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito, menyatakan bahwa Cathlab hanya dapat diintegrasikan dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) apabila seluruh persyaratan teknis dan administratif telah dipenuhi secara lengkap oleh rumah sakit.

“Cathlab ini diutamakan untuk kasus emergency, terutama serangan jantung. Harus ada penanggung jawab layanan 24 jam,” tegasnya.
Ia menjelaskan, persyaratan yang wajib dipenuhi meliputi izin operasional, akreditasi rumah sakit, Surat Izin Praktik (SIP) tenaga medis dan perawat, serta kompetensi khusus seperti proteksi radiasi. Tanpa kelengkapan tersebut, layanan tidak dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan secara penuh.
“Ini syarat mutlak. Izin operasional, akreditasi, SIP dokter dan perawat, serta keilmuan proteksi radiasi harus lengkap,” ungkapnya.
Menurutnya, layanan Cathlab merupakan layanan dengan tingkat kompleksitas tinggi dan biaya besar, sehingga saat ini baru tersedia di sekitar 261 fasilitas kesehatan di Indonesia. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara ketat dan berbasis indikasi medis yang jelas.
BPJS Kesehatan juga menekankan agar penggunaan layanan Cathlab tidak dilakukan di luar kebutuhan darurat.
“Yang tidak darurat jangan dipaksakan. Jangan sedikit-sedikit minta pasang ring tanpa indikasi medis yang tepat,” katanya.
Meski demikian, BPJS Kesehatan menyatakan dukungan terhadap pengembangan layanan Cathlab di RSUD Brebes, selama seluruh standar pelayanan dipenuhi dan fokus utama tetap pada pasien gawat darurat.
Dukungan tersebut disampaikan dalam rangkaian peresmian layanan Cathlab RSUD Brebes yang merupakan hibah Kementerian Kesehatan melalui Program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) tahun 2025.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, dalam kesempatan yang sama menyebut kehadiran Cathlab sebagai lompatan besar dalam pelayanan kesehatan daerah, khususnya dalam mempercepat penanganan penyakit jantung dan stroke.
“Ini bukan sekadar menghadirkan alat, tetapi menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Brebes,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dalam kondisi kegawatdaruratan, waktu menjadi faktor paling menentukan. “Time is muscle, time is brain,” tegasnya.
Direktur RSUD Brebes, drg Adhi Supriadi, menjelaskan bahwa Cathlab memungkinkan tindakan intervensi jantung seperti pemasangan ring dan pembukaan sumbatan pembuluh darah dilakukan tanpa operasi besar. Layanan ini juga telah didukung tenaga medis yang memadai, termasuk dokter spesialis jantung intervensi dan tim multidisiplin lainnya.
Dengan mulai beroperasinya layanan ini, RSUD Brebes dapat memperkuat posisi sebagai pusat rujukan layanan jantung, sekaligus mempercepat penanganan pasien dalam skema JKN dengan pengawasan ketat BPJS Kesehatan.










