BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Gerakan Nasional Selamatkan Perempuan Indonesia digaungkan di Kabupaten Brebes melalui kolaborasi RSU Islam Mutiara Bunda bersama Puskesmas Tanjung, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi pelaksanaan perdana tingkat kabupaten/kota secara nasional yang fokus pada kesehatan perempuan, terutama ibu hamil dan pencegahan kematian ibu serta bayi.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa upaya menjaga kesehatan perempuan harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum masa kehamilan.
“Mencegah stunting dan melahirkan generasi unggul itu dimulai jauh sebelum hamil. Upaya promotif dan preventif harus dilakukan agar ibu dan bayi tetap sehat,” kata Prihati di hadapan ratusan peserta dan ibu hamil.
Ia mengatakan, kesehatan perempuan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin dan deteksi dini risiko kehamilan dinilai sangat penting untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.
Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga mengingatkan para ibu hamil agar tidak ragu melakukan kontrol rutin ke fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.
“Semakin cepat dipantau, semakin cepat ditangani jika ada masalah. Jangan menunggu kondisi darurat,” katanya.
Selain pemeriksaan rutin, Prihati juga mengimbau pentingnya menjaga pola makan bergizi, istirahat cukup, dan mengelola stres selama masa kehamilan agar kondisi ibu dan janin tetap sehat hingga persalinan.
Ia menjelaskan, seluruh biaya persalinan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), baik normal maupun dengan indikasi medis tertentu, telah dijamin BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan juga mengenalkan sejumlah layanan digital untuk mempermudah akses peserta, seperti aplikasi Mobile JKN, Call Center 165, dan layanan PANDAWA melalui WhatsApp yang aktif selama 24 jam.
“Lewat layanan ini masyarakat bisa cek kepesertaan, daftar antrean online, hingga konsultasi layanan kesehatan dengan lebih mudah,” ujarnya.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, perempuan memiliki peran sentral dalam keluarga dan masyarakat sehingga kesehatan perempuan harus menjadi perhatian bersama.
“Perempuan adalah tiang utama dalam rumah tangga. Ketika perempuan sehat, maka keluarga akan sehat dan masyarakat pun menjadi kuat,” ujar Paramitha.
Ia menilai gerakan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak yang selama ini menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Kabupaten Brebes.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr. Heru Padmonobo, Direktur RSUD Brebes drg. Adhi Supriadi, jajaran BPJS Kesehatan, camat, kepala desa, kepala puskesmas, serta ratusan peserta dari berbagai wilayah Kecamatan Tanjung.










