BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Sebuah jalan mungkin terlihat sebagai hamparan aspal biasa. Namun bagi masyarakat Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, jalan yang kini mulus menjadi lebih dari sekadar sarana penghubung. Ia menjadi jalur kehidupan yang memperlancar aktivitas warga sekaligus membuka harapan baru bagi perkembangan desa.
Sejak pembangunan jalan melalui Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2025 rampung, mobilitas masyarakat berubah menjadi lebih mudah. Warga tidak lagi harus melintasi jalan yang rusak ketika berangkat bekerja, mengangkut hasil panen, maupun mengantar anak ke sekolah.
Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan kenyamanan berkendara, keberadaan jalan yang lebih baik juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi desa karena distribusi hasil pertanian dan aktivitas warga menjadi semakin lancar.
Sekretaris Desa Ngadiluwih, Dedi Irawan, mewakili Kepala Desa, mengatakan Program BKKD menjadi salah satu solusi atas keterbatasan kemampuan anggaran desa dalam membangun infrastruktur.
“Program BKK sangat membantu pemerintah desa. Masih ada beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas pembangunan. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut agar pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya, Jumat (10/7/2026).
Harapan serupa disampaikan Engel (40), warga Dusun Sendanggerong RT 17. Menurutnya, kondisi jalan yang kini telah diaspal membuat aktivitas sehari-hari jauh lebih nyaman dibanding sebelumnya.
“Alhamdulillah sekarang jalannya sudah bagus. Semoga ke depan bisa ditingkatkan lagi menjadi jalan beton agar lebih kuat dan awet,” ujarnya.
Pembangunan jalan tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Ngadiluwih dengan total anggaran Rp301.628.064. Anggaran itu terdiri atas nilai pekerjaan sebesar Rp245.246.498, biaya swakelola Rp45.781.566, serta dana pendampingan Rp10.600.000.
Adapun ruas jalan yang dibangun memiliki panjang 207 meter dengan lebar 3 meter. Kehadiran infrastruktur ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Program BKKD Tahun Anggaran 2025 dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat hingga tingkat desa.











