BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) lintas wilayah senilai Rp10,324 miliar di PT Kareb Alam Sejahtera (MPS Dander), Kabupaten Bojonegoro, Senin (25/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga meresmikan Masjid Nur Khofifah yang berada di lingkungan perusahaan. BLT DBHCHT tersebut diberikan kepada buruh pabrik rokok di 65 perusahaan yang tersebar di 25 kabupaten/kota di Jawa Timur. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp. 1 juta sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para pekerja di sektor industri hasil tembakau.
Acara penyaluran bantuan berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, jajaran Forkopimda, Wakil Ketua IV DPRD Jawa Timur, pimpinan OPD Provinsi Jawa Timur, direksi PT Kareb Alam Sejahtera, Ketua SPSI Jawa Timur, tokoh agama, serta para tamu undangan. Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Gambyong yang dibawakan pegawai PT Kareb Alam Sejahtera.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan sosial, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi sekaligus meresmikan rumah ibadah.
“Membangun masjid berarti membangun rumah di surga. Mudah-mudahan membawa keberkahan bagi kehidupan kita semua,” ujar Khofifah.
Ia juga berpesan kepada seluruh pimpinan di berbagai tingkatan agar selalu mendengar dan merespons aspirasi masyarakat dengan baik.
Sebelum menghadiri agenda di Dander, Khofifah lebih dahulu meninjau Pasar Baru Banjarejo guna memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menjelaskan bahwa penyaluran BLT DBHCHT di Bojonegoro telah dimulai sejak 13 Mei 2026. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif oleh para penerima.
Setyo Wahono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh industri rokok yang telah berkontribusi membuka lapangan pekerjaan dan menopang perekonomian masyarakat.
“Pelaku industri rokok harus terus menjaga legalitas, bersama-sama menekan peredaran rokok ilegal, serta tetap memperhatikan hak-hak tenaga kerja,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengungkapkan bahwa mayoritas penerima bantuan merupakan perempuan pekerja yang berasal dari berbagai daerah, termasuk luar Bojonegoro.
“Mereka adalah perempuan tangguh. Hari ini merupakan titik kelima penyaluran BLT DBHCHT oleh Ibu Gubernur, sekaligus menjadi bagian dari sejarah peresmian Masjid Nur Khofifah,” ujarnya.
Berdasarkan data Pemprov Jatim, total BLT DBHCHT yang disalurkan mencapai Rp10,324 miliar untuk 65 pabrik di 25 kabupaten/kota. Khusus di Kabupaten Bojonegoro, bantuan yang disalurkan mencapai Rp901 juta untuk pekerja di sembilan pabrik rokok.
Di kesempatan yang sama, Direktur PT Kareb Alam Sejahtera MPS Dander, Sri Yadi Purnomo, menyampaikan bahwa pihaknya juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. Saat ini, tercatat 50 buruh linting rokok tengah menempuh pendidikan S1, sementara delapan lainnya melanjutkan pendidikan S2.











