NASIONAL, SUARA PANCASILA.ID – Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan perkantoran Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Minggu (10/5/2026) sore. Ratusan warga negara asing (WNA) yang menjadi bagian dari sindikat judi online internasional mulai dievakuasi oleh Bareskrim Polri di bawah pengawalan ketat personel Brimob bersenjata lengkap.
Sejak pukul 17.18 WIB, sebanyak 320 WNA tampak berjalan menunduk dengan tangan terikat kabel ties. Mengenakan baju tahanan berwarna oranye, mereka digiring keluar gedung menuju deretan bus yang telah disiapkan. Para pelaku ini merupakan hasil tangkap tangan saat sedang mengoperasikan situs judi online dalam penggerebekan besar pada Kamis (7/5) lalu.
“Hari ini, kami menitipkan 320 pelaku ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), yang dibagi ke dua lokasi, yaitu di Kuningan dan Jakarta Barat,” jelas Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra.
Dari total 321 orang yang ditangkap, hanya satu orang yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan tetap ditahan di Bareskrim Polri. Selebihnya adalah WNA yang masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata sebagai “kedok” untuk mengoperasikan markas judi daring. Ironisnya, masa berlaku visa mayoritas pelaku diketahui telah habis.
Vietnam mendominasi daftar pelaku dengan jumlah 228 orang, disusul oleh China (57 orang), serta puluhan lainnya yang berasal dari Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, hingga Kamboja.
Polri kini tidak hanya berhenti pada penangkapan para admin. Brigjen Wira menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap otak atau bos besar dari markas judi di Hayam Wuruk tersebut.
Selain itu, penyidik juga sedang mengusut tuntas siapa sponsor yang mendatangkan ratusan WNA ini serta melacak seluruh aliran dana hasil kejahatan mereka. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia bukan tempat yang aman bagi sindikat kejahatan siber internasional untuk membangun markas ilegal.
Daftar Asal Negara Sindikat Judol:
-
Vietnam: 228 orang
-
China: 57 orang
-
Myanmar: 13 orang
-
Laos: 11 orang
-
Thailand: 5 orang
-
Malaysia & Kamboja: Masing-masing 3 orang.










