Sultan Wonokoyo, Dari Sales Bumbu hingga Penggagas Wisata Juang Hamid Rusdi di Kota Malang

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA.ID – H. Suhartono mengenang masa kecilnya dengan penuh haru. Pendidikan keluarganya sangat terbatas. Ia hanya lulusan SD, istrinya tidak menamatkan SD, bahkan sang ibu tidak pernah merasakan bangku sekolah.

Kondisi itu menjadi cambuk yang mengubah jalan hidupnya.

“Saya ingin memutus mata rantai kebodohan. Mimpi saya hanya satu, anak bisa kuliah, berpendidikan, dan saya bisa menjadi kebanggaan keluarga. Saya harus melakukan yang terbaik untuk keluarga,” ungkap Abah Suhar, sapaan akrab H. Suhartono,Selasa (04/08/2026).

Bacaan Lainnya

Berbekal tekad tersebut, pada 2009 ia memulai usaha dari nol sebagai kuli panggul hingga menjadi sales produk bumbu milik UMKM di kawasan Pendem, Kota Batu. Setiap hari ia menawarkan produk dari satu tempat ke tempat lain. Perlahan usahanya berkembang hingga mampu merekrut tenaga penjualan sendiri.

Kesabaran dan kerja keras akhirnya membuahkan hasil. Bisnis bumbu yang dirintis terus tumbuh hingga mengantarkannya merambah ke sektor properti. Namun, bagi Abah Suhar, keberhasilan bukan sekadar soal materi.

Ia mengaku memiliki panggilan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dengan membangun kawasan tempat tinggalnya agar memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi kebanggaan warga.

“Saya sebenarnya merasa tidak mampu. Tapi karena ingin memajukan wilayah, Tuhan memberi kekuatan, kemudahan, dan kelancaran,” tuturnya.

Semangat itulah yang melahirkan gagasan membangun Wisata Juang Hamid Rusdi, destinasi yang mengangkat nilai sejarah perjuangan sekaligus menawarkan wisata alam di kawasan Wonokoyo.

Kini, pembangunan terus dilakukan. Proses pelebaran jembatan menuju kawasan wisata sedang dikebut dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu minggu agar akses kendaraan wisata semakin mudah.

Tak berhenti di situ, Suhartono telah menyiapkan pengembangan kawasan Wonokoyo Atas di atas lahan pribadinya. Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai destinasi wisata komersial dan privat dengan konsep high-end, menyasar wisatawan yang menginginkan suasana eksklusif, tenang, dan nyaman.

Akses menuju lokasi pun telah dipersiapkan. Jalan berpaving yang dibangun kini sudah dapat dilalui kendaraan besar, termasuk bus pariwisata, sehingga memudahkan wisatawan datang ke kawasan tersebut.

Sebagai bagian dari visi jangka panjang, Suhartono juga telah menanam sekitar 1.000 pohon durian. Ia membayangkan suatu saat Wonokoyo dikenal sebagai pusat wisata alam berbasis agrowisata, di mana wisatawan dapat menikmati pengalaman memetik durian langsung dari kebunnya.

“Harapan kami, ketika orang melintas Wonokoyo, mereka langsung ingat kawasan ini sebagai pusat wisata alam dan wisata petik durian di Kota Malang,” ujarnya.

Untuk memperkuat daya tarik kawasan, Suhartono juga akan mengoptimalkan promosi melalui media sosial dengan menggandeng para content creator agar Wisata Juang Hamid Rusdi semakin dikenal masyarakat luas.

Perjalanan besar tersebut tidak ia tempuh sendirian. Dalam mengembangkan kawasan wisata, Abah Suhar turut menggandeng berbagai elemen antara lain, Pemerintah daerah, Malang Peduli Demokrasi (MPD), masyarakat Kota Malang dan pihak terkait lainnya, sebagai mitra kolaborasi untuk membangun dan mempromosikan potensi Wonokoyo.

Di tengah segala pencapaiannya, Abah Suhar tetap memegang prinsip hidup sederhana. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat diraih melalui kemauan yang kuat, keberanian memulai usaha sekecil apa pun, serta fokus menjalankan apa yang telah dimulai.

“Kemauan harus kuat. Kunci sukses itu ada pada usaha. Harus punya usaha walaupun kecil, lalu fokus,” pesannya.

Melalui Wisata Juang Hamid Rusdi dan pengembangan kawasan Wonokoyo Atas, Suhartono berharap Kota Malang memiliki ikon wisata baru yang memadukan sejarah, alam, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Baginya, kesuksesan sejati bukan hanya tentang membangun usaha, tetapi juga meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan oleh banyak orang.

Selain membangun kawasan wisata, Abah Suhar juga memiliki harapan besar agar perjuangan Hamid Rusdi mendapatkan pengakuan dari negara. Menurutnya, sosok pejuang asal Malang tersebut layak ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional karena jasa dan pengorbanannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Ia mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan bersama sejumlah pihak untuk mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan Hamid Rusdi, termasuk membangun Wisata Juang Hamid Rusdi sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda. Meski demikian, hingga kini cita-cita agar Hamid Rusdi memperoleh gelar Pahlawan Nasional masih belum terwujud.

“Harapan kami sederhana, semoga pemerintah memberikan perhatian sehingga perjuangan Hamid Rusdi dapat diakui secara resmi sebagai Pahlawan Nasional. Dengan begitu, jasa beliau tidak hanya dikenang masyarakat Malang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh bangsa Indonesia,” harap Abah Suhar.

Dari seorang lulusan SD yang memulai hidup sebagai kuli panggul dan sales keliling, Abah Suhar membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari mimpi. Dengan tekad, kerja keras, dan kepedulian terhadap kampung halaman, ia perlahan membangun harapan baru bagi Wonokoyo dan Kota Malang.

suarapancasilaid'

Pos terkait