LAMONGAN (JATIM).SUARAPANCASILA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan bersama Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Jombang menggelar sosialisasi edukasi sekaligus meluncurkan modul ajar interaktif bertajuk “Nara dan Ayah Belajar Memilah Sampah” di KB Mutiara Hati TK Rejoagung, Jumat (5/8/2026).
Kegiatan ini didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Siti Shoimah, S.AB., M.AB., Chamdan Mashuri, S.kom., M.Kom., serta didukung mitra BIMA dan Astra, dengan sasaran peserta didik KB Mutiara Hati dan TK Rejoagung.
Kegiatan ini digagas untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini, mengingat pengenalan konsep pengelolaan sampah pada jenjang PAUD masih minim.Jum’ at, 31 Juli 2026
Program ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan anak, memperkenalkan jenis sampah organik, anorganik, dan B3, serta membiasakan perilaku memilah sampah, sekaligus memperkuat kapasitas guru dalam menggunakan media pembelajaran inovatif.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membawakan materi melalui pendekatan bercerita menggunakan modul ajar tersebut, yang mengisahkan tokoh Nara dan sang ayah dalam mempraktikkan kebiasaan memilah sampah sehari-hari.
Anak-anak diajak mengenali hubungan antara warna tempat sampah dengan jenis sampah yang harus dibuang di dalamnya, sebelum modul ajar ini secara resmi diluncurkan sebagai luaran inovasi program.
Antusiasme peserta didik terlihat cukup tinggi selama kegiatan berlangsung. Anak-anak aktif menjawab pertanyaan, tertarik pada ilustrasi dalam modul, dan mulai mampu membedakan jenis-jenis sampah yang diperkenalkan, sehingga suasana belajar menjadi lebih interaktif dan bermakna.
Siti Shoimah selaku Dosen Pembimbing Lapangan mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mengemas materi lingkungan hidup menjadi media aplikatif bagi anak usia dini.
“Modul ajar ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi pembelajaran yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.
Perwakilan mahasiswa KKN menambahkan harapannya agar modul terus dipakai guru secara berkelanjutan, sementara pihak sekolah menyambut baik modul ini karena melengkapi metode pembelajaran yang sebelumnya masih terbatas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif UNISDA Lamongan dan UNHASY Jombang berharap modul ajar “Nara dan Ayah Belajar Memilah Sampah” dapat terus digunakan secara berkesinambungan di KB Mutiara Hati TK Rejoagung, serta menjadi model kolaborasi perguruan tinggi dan satuan pendidikan anak usia dini yang dapat direplikasi di daerah lain sebagai kontribusi nyata mendukung pendidikan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
[yzd]











