BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Keprihatinan atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar mendorong Pemerintah Kabupaten Brebes menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai momentum edukasi keselamatan di jalan raya. Pendekatan yang ditempuh tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pembentukan karakter sejak dini melalui dunia pendidikan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Deklarasi Tertib Berlalu Lintas dan Pembacaan Buku Lalu Lintas secara serentak yang melibatkan puluhan ribu pelajar lintas jenjang. Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Hardiknas di Brebes sekaligus menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran dalam menjawab persoalan sosial yang nyata.
Upacara Hari dipimpin langsung oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma selaku inspektur upacara. Sekitar 3.000 peserta hadir secara langsung di Halaman KPT Brebes, terdiri dari jajaran OPD, TNI, Polri, guru, dosen, mahasiswa, hingga pelajar. Sejumlah sekolah yang terlibat antara lain perwakilan SD/MI, SMP Negeri 1 Brebes, SMP Negeri 2 Brebes, SMA Negeri 1 Brebes, SMK Negeri 1 Brebes, serta madrasah di bawah Kementerian Agama.
Partisipasi luas juga dilakukan secara hibrida, dengan pelajar dari berbagai sekolah mengikuti kegiatan secara daring dari satuan pendidikan masing-masing.
Target awal panitia sebanyak 30.000 peserta terlampaui. Setelah diverifikasi oleh tim Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), jumlah peserta tercatat mencapai 59.410 pelajar dari 966 sekolah, baik yang mengikuti secara luring maupun daring. Angka tersebut mengantarkan Brebes mencatatkan rekor nasional sebagai salah satu deklarasi keselamatan berlalu lintas dengan peserta terbanyak di Indonesia.
Dalam amanatnya, Bupati Paramitha membacakan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
“Pendidikan bukan sekadar mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa capaian rekor MURI tidak boleh berhenti sebagai simbol semata.
“Ini bukan hanya tentang rekor, tetapi bagaimana kita menanamkan kesadaran kepada anak-anak untuk menjaga keselamatan,” ungkapnya.
Menurut Paramitha, keterlibatan puluhan ribu pelajar menunjukkan adanya kesadaran kolektif yang mulai tumbuh di lingkungan pendidikan.
“Kita ingin budaya tertib berlalu lintas ini menjadi kebiasaan, bukan karena diawasi, tetapi karena sudah menjadi kesadaran,” lanjutnya.
Usai kegiatan, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah menegaskan bahwa latar belakang kegiatan ini tidak terlepas dari kondisi faktual di lapangan, di mana pelajar masih menjadi kelompok dominan dalam kasus kecelakaan lalu lintas.
“Data kecelakaan yang terjadi, khususnya di wilayah Brebes, rata-rata mayoritas adalah anak-anak pelajar. Sehingga kita ingin memiliki kepedulian untuk masing-masing anak pelajar ini memahami supaya mereka mau tahu dan tertib berlalu lintas selama di perjalanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, capaian rekor MURI bukanlah titik akhir dari gerakan ini.
“Tentunya ini bukan final, tetapi ini baru mulai kita akan terus menggelorakan. Spirit yang kita bawa adalah bagaimana kita membuat masyarakat Brebes, terutama pelajar, sadar untuk berlalu lintas dengan baik dan tertib. Mengingat nyawa adalah hal yang luar biasa berharga,” tegasnya.
Kapolres juga menjelaskan bahwa pelibatan siswa sejak usia dini merupakan bagian dari strategi edukasi berkelanjutan.
“Ini adalah bagian daripada strategi kita untuk memberikan pengetahuan sejak dini tentang berlalu lintas. Mana yang harus dilakukan, mana yang harus dipatuhi, dan mana yang tidak boleh. Ini menyeluruh kepada seluruh generasi kita, baik yang masih usia dini maupun yang sudah layak mengendarai kendaraan bermotor,” tandasnya.
Atas capaian tersebut, MURI menganugerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak, di antaranya Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah, Kasat Lantas Polres Brebes AKP Ahmad Zaenurrozak, serta Kepala Dinas Pendidikan Sutaryono. Perwakilan MURI, Ari Andriani, menyebut angka 59.410 peserta sebagai bukti nyata kepedulian kolektif terhadap keselamatan generasi muda di Kabupaten Brebes.
Di luar capaian rekor, kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam merespons persoalan sosial. Jalan raya, dalam konteks ini, menjadi ruang belajar yang menguji nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar.










