NASIONAL, SUARA PANCASILA.ID – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya perubahan paradigma kepemimpinan di daerah. Saat membuka rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Palembang, Senin (11/5/2026) ia menegaskan bahwa di era digital ini, kepala daerah tidak bisa lagi hanya menjadi manajer administratif yang bekerja secara konvensional.
Menurut Tito, seorang pemimpin daerah harus memiliki kemampuan sebagai problem solver yang kreatif. “Negara ini sangat luas, masalahnya kompleks.
Kepala daerah harus diberi ruang untuk berinovasi dan mengambil keputusan yang berani,” ujarnya. Ia mendorong agar integrasi data dan sistem pelayanan dilakukan secara system to system, bukan lagi manual yang rentan terhadap inefisiensi dan kesalahan manusia.
Selain aspek inovasi, Mendagri juga menekankan pentingnya transparansi dan pertanggungjawaban publik. Publikasi luas mengenai prestasi daerah diharapkan bukan sebagai ajang pamer, melainkan sebagai laporan kinerja kepada masyarakat agar kepercayaan publik terhadap pemerintah terus meningkat.
Rangkaian acara ini dipastikan akan terus berlanjut ke lima regional lainnya di Indonesia, mencakup Kalimantan, Maluku dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, hingga Jawa dan Bali.
Kemendagri berharap, budaya kompetisi sehat yang dibangun melalui penghargaan ini akan menciptakan standar pelayanan publik yang lebih tinggi di seluruh pelosok nusantara.
“Kita mulai dari Sumatera, dan kita akan keliling Indonesia untuk mencari pemimpin-pemimpin daerah yang benar-benar memberikan dampak bagi rakyatnya,” tutup Tito.










