BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID– Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah secara resmi membuka Expo dan Pasar Murah yang digelar Pondok Pesantren Al-Rosyid di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (20/6/2026).
Kegiatan yang telah berlangsung konsisten selama 11 tahun ini menjadi salah satu wujud penguatan sinergi antara pesantren dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wabup Nurul Azizah menyampaikan apresiasi atas peran Pondok Pesantren Al-Rosyid yang tidak hanya bergerak di bidang pendidikan keagamaan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Expo dan pasar murah ini bukan hanya kegiatan ekonomi, tetapi juga bentuk nyata kepedulian pesantren kepada masyarakat. Ini adalah sinergi yang sangat baik antara pesantren dan warga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Bojonegoro yang berhalangan hadir karena sedang menerima penghargaan di Yogyakarta. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tetap memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Pondok Pesantren Al-Rosyid yang didirikan almarhum Haji Masyhur telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat sekitar, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun ekonomi. Karena itu, semangat pengabdian tersebut diharapkan terus dilanjutkan oleh generasi penerus.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Rasyid, K.H. Alamul Huda Masyhur, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimcam, TNI-Polri, hingga masyarakat sekitar.
Ia menjelaskan, kegiatan Expo dan Pasar Murah akan berlangsung selama enam hari dengan berbagai agenda, seperti pameran produk UMKM, pasar murah kebutuhan pokok, hiburan religi, sholawat bersama, serta pengajian umum.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat yang luas dan keberkahan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan pembukaan ini dihadiri unsur Forkopimcam, jajaran OPD Kabupaten Bojonegoro, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara, terutama pada pelaksanaan pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat semakin erat serta mampu mendorong penguatan ekonomi kerakyatan di Bojonegoro.











