Pemkab Brebes Perkuat Industri Kreatif Lewat Pemutaran Film Lokal

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Brebes terus mendorong pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal melalui pemutaran film karya sineas muda dalam rangkaian Brebes Night Creative (BNC) dan Ider Film di Pelataran Balai Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, Sabtu (20/6/2026) malam.

Lima film lokal yang diputar, yakni Tabet, Sawengi, Benta Benti, Berandal, dan Jendela, mendapat sambutan antusias dari ratusan warga. Film-film tersebut mengangkat beragam cerita tentang kehidupan masyarakat, legenda daerah, nilai-nilai sosial, hingga penggunaan bahasa khas Brebes sebagai upaya memperkuat identitas budaya lokal.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes itu juga menghadirkan pertunjukan tari, teater, musik tradisional, serta penampilan peserta didik tingkat TK, SD, SMP, dan sanggar seni. Perpaduan seni pertunjukan dan perfilman menjadikan acara tersebut sebagai ruang apresiasi bagi para pelaku seni sekaligus hiburan edukatif bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Padasugih, Sugiharto, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Menurutnya, film lokal mampu menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan sejarah, budaya, dan kearifan lokal kepada generasi muda.

“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi. Film-film lokal yang ditayangkan mengangkat legenda dan budaya daerah sehingga anak-anak dan generasi muda dapat mengenal asal-usul wilayahnya. Ini menjadi salah satu cara memperkuat kearifan lokal di tengah derasnya pengaruh budaya luar,” ujarnya.

Sugiharto juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes beserta para sineas muda yang telah menghadirkan tontonan berkualitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, mengatakan tingginya minat masyarakat menjadi sinyal positif bagi perkembangan perfilman lokal. Menurutnya, film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya dan promosi daerah.

“Kami melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat merindukan tontonan yang berkualitas, dekat dengan kehidupan mereka, sekaligus memperkenalkan budaya daerah,” kata Fajar.

Ia menilai karya sineas muda merupakan aset penting dalam pengembangan ekonomi kreatif Kabupaten Brebes. Melalui film, potensi daerah, bahasa, tradisi, dan kehidupan masyarakat dapat diperkenalkan kepada publik yang lebih luas.

“Film lokal bukan sekadar hiburan, tetapi juga media promosi daerah yang efektif. Para sineas muda telah menghadirkan karya yang merekam identitas Brebes sehingga patut mendapat dukungan dari seluruh masyarakat,” ujarnya.

Fajar mengajak masyarakat untuk terus mengapresiasi karya anak daerah dengan menonton, mempromosikan, serta menghargai hak cipta film lokal. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk membangun ekosistem industri kreatif yang sehat dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Fajar secara resmi membuka rangkaian Brebes Night Creative dan Ider Film. Program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memperluas ruang berekspresi bagi pelaku seni dan komunitas kreatif, sekaligus memperkuat pelestarian budaya berbasis masyarakat.

Pemutaran Tabet, Sawengi, Benta Benti, Berandal, dan Jendela menjadi bukti bahwa sineas muda Brebes mampu menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan budaya dan nilai-nilai sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui Brebes Night Creative dan Ider Film, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, sineas muda, dan masyarakat terus melahirkan karya-karya kreatif yang mampu memperkuat identitas budaya, meningkatkan daya tarik pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Brebes.

suarapancasilaid'

Pos terkait