LAHAT, SUARA PANCASILA.ID – Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Upacara Secata Rindam II/Sriwijaya, Jumat (24/04/2026), menjadi momentum strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia pertahanan nasional.
Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH., MH., tersebut menegaskan komitmen berkelanjutan TNI AD dalam mencetak prajurit yang profesional, disiplin, dan berintegritas sebagai garda terdepan menjaga kedaulatan negara.
Dalam amanatnya, Inspektur Upacara Kasdam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, SE., MM., menekankan bahwa para lulusan telah melewati proses pendidikan dasar keprajuritan yang ketat dan terstandar. Hal ini merupakan bagian dari kebijakan strategis TNI AD dalam meningkatkan kualitas personel, sejalan dengan tuntutan dinamika keamanan nasional yang semakin kompleks.
“Kalian telah dibekali kemampuan dasar militer yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas. Jadilah prajurit yang profesional, loyal, dan mampu menjawab tantangan tugas ke depan,” tegasnya.
Kehadiran unsur Forkopimda dan pejabat TNI dalam kegiatan tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan dalam mendukung pembinaan generasi muda yang siap mengabdi kepada negara.
Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keberhasilan para peserta didik menyelesaikan pendidikan merupakan bagian dari kontribusi nyata daerah dalam mendukung penguatan pertahanan nasional. Ia menekankan pentingnya peran Bintara sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas di lapangan.
“Para prajurit diharapkan mampu menjaga nama baik institusi, mengedepankan disiplin, serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Penutupan Dikmaba ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pendidikan militer, tetapi juga memberikan dampak luas dalam memperkuat stabilitas nasional melalui kesiapan personel TNI AD yang unggul. Selain itu, kegiatan ini turut memberikan nilai strategis bagi daerah, khususnya dalam mempererat hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan TNI.
Upacara ditutup dengan prosesi penyematan tanda kelulusan serta demonstrasi keterampilan prajurit, yang mencerminkan hasil pembinaan fisik, mental, dan kemampuan tempur selama masa pendidikan.










