Reses Yusuf AR di Bentok Darat, Warga Soroti Infrastruktur dan Hunian

Bati-Bati(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat kembali terbuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut dari Fraksi PDI Perjuangan yang juga Ketua Komisi III, M Yusuf AR, di Desa Bentok Darat RT 5 dan 6, Kecamatan Bati-Bati, Senin (27/4/2026). Momentum ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi secara langsung.

Reses tersebut menjadi wadah penyerapan aspirasi yang berlangsung dinamis. Warga hadir dengan beragam keluhan dan harapan, terutama terkait kebutuhan dasar lingkungan yang dinilai mendesak untuk segera ditangani. Mulai dari persoalan drainase, perbaikan jalan lingkungan, hingga kebutuhan program sosial seperti bedah rumah dan renovasi fasilitas ibadah, seluruhnya disampaikan dalam suasana terbuka.

Kepala Desa Bentok Darat, H Mukhlas, menyambut baik kehadiran Yusuf AR di tengah masyarakatnya. Ia menilai, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan jembatan komunikasi yang efektif antara warga dan pemangku kebijakan.

Bacaan Lainnya

“Melalui pertemuan ini, kita bisa bertukar informasi dan menyampaikan harapan masyarakat agar dapat diperjuangkan,” ujarnya.

Suasana pertemuan yang hangat dan penuh keakraban turut mendorong partisipasi aktif warga. Mereka secara bergantian mengemukakan kondisi riil di lapangan, memperlihatkan kebutuhan yang tak lagi bisa ditunda. Aspirasi yang muncul didominasi pada sektor infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas hunian, yang dinilai berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Yusuf AR menegaskan bahwa setiap aspirasi harus melalui mekanisme dan tahapan yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya proses perencanaan yang terukur agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Meski demikian, ia memastikan komitmennya untuk mengawal setiap usulan yang masuk agar dapat direalisasikan sesuai dengan skala prioritas.

Kehadiran perwakilan instansi teknis dalam kegiatan ini turut memperkaya diskusi. Mereka memberikan penjelasan rinci terkait persyaratan serta alur pengajuan program, khususnya bedah rumah, sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai prosedur yang harus ditempuh.

Di penghujung kegiatan, Yusuf AR mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam proses pembangunan. Ia menekankan pentingnya penyampaian data yang akurat serta komunikasi yang berkelanjutan dengan perangkat desa sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat.

“Kami berharap seluruh masyarakat bisa bekerja sama. Dengan kebersamaan, Insya Allah pembangunan desa ke depan akan semakin baik,” pungkasnya.(suarapancasila.id-foto:ist/ayobanua)

Pos terkait