MURATARA, SUARA PANCASILA.ID – Gerakan Mahasiswa Muratara (Gematara) menggelar Simposium Daerah Temu Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Muratara sebagai ruang dialog antara mahasiswa, aktivis pemuda, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara).
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (7/8/2026) tersebut menjadi wadah untuk membahas peran strategis generasi muda dalam menentukan arah pembangunan daerah sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam memberikan gagasan dan solusi bagi kemajuan Muratara.
Mengusung tema “Masa Depan Daerah Ada di Tangan Pemuda: Menguatkan Fungsi Pemerintah Daerah dalam Mendorong Partisipasi Generasi Muda”, kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Muratara H. Junius Wahyudi, Ketua DPRD Muratara Devi Arianto, Kepala Badan Kesbangpol Muratara H. Alfirmansyah Karim, serta para aktivis dan mahasiswa yang tergabung dalam Gematara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muratara H. Junius Wahyudi mengingatkan mahasiswa agar menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama sebelum mengambil peran lebih jauh dalam pembangunan daerah.
“Pesan saya kepada adik-adik mahasiswa, selesaikan dulu studi atau perkuliahan tepat waktu. Setelah itu, siapkan diri untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.Menurut Junius, selain menyelesaikan pendidikan, mahasiswa perlu memperkuat literasi dan pemahaman terhadap kondisi serta potensi Kabupaten Muratara.
Pengetahuan tersebut dinilai penting agar gagasan yang disampaikan mahasiswa tidak hanya bersifat kritik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang konstruktif.Ia juga mengingatkan generasi muda untuk tidak terjebak pada pandangan negatif terhadap daerah asalnya.
Sebaliknya, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa gagasan positif sekaligus mengharumkan nama Muratara di tingkat yang lebih luas.
“Kalian harus mengetahui dan memahami kondisi Kabupaten Muratara. Singkirkan pemikiran-pemikiran negatif terhadap daerah. Justru kalian harus menjadi generasi yang mampu memberikan solusi dan membawa nama baik Muratara,” tegasnya.
Junius mengaku memahami dinamika kehidupan mahasiswa karena pernah berada pada fase yang sama. Oleh karena itu, ia berharap mahasiswa dapat tetap fokus menyelesaikan pendidikan sembari mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Muratara Devi Arianto menegaskan bahwa lembaga legislatif bersama pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan ide, kritik, maupun masukan terkait berbagai persoalan pembangunan.
Menurut Devi, kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan mahasiswa serta akademisi merupakan bagian penting dalam membangun kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami sebagai anggota legislatif maupun pemerintah daerah siap bekerja sama dengan adik-adik mahasiswa dalam mencari solusi untuk kepentingan dan kemajuan Kabupaten Muratara. Harapannya, anggaran daerah benar-benar dapat dinikmati dan menyentuh langsung masyarakat,” katanya.
Devi juga mengajak mahasiswa untuk tidak ragu menyampaikan gagasan dan kritik secara konstruktif. Menurutnya, ruang komunikasi antara pemerintah dan generasi muda perlu terus dibangun agar berbagai persoalan daerah dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan solusi bersama.
“Kalau ada gagasan atau masukan demi kemajuan daerah, silakan datang ke kantor. Kami membuka ruang diskusi seluas-luasnya agar bersama-sama membangun Kabupaten Muratara menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Melalui Simposium Daerah tersebut, sinergi antara pemerintah daerah dan generasi muda diharapkan terus diperkuat. Mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima kebijakan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menyampaikan gagasan, mengawal pembangunan, dan ikut menentukan masa depan Kabupaten Muratara.











