ASAHAN(SUMUT),SUARAPANCASILA.ID – Ucok Karel Pakpahan abang korban yang ditabrak Bus INTRA BK 7194 WA hingga tewas meminta pertanggungjawaban Direksi PO INTRA (Perusahaan Otobus Intra Sentosa) yang sampai saat ini belum ada datang menemui keluarga korban,Sabtu 30/05/2026.
Kasus S dan D warga Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kota Kisaran Barat yang tewas di tabrak Bus P.O INTRA BK 7194 WA pada tanggal 10/03/2026 sekira jam 16.30 Wib di depan Makam Pahlawan belum mendapat titik terang.
Menurut Ucok Karel Pakpahan abang Derliana Pakpahan (korban) bahwa sampai saat ini pihak dari P.O INTRA belum ada datang lagi menemui atau membicarakan soal perdamaian kepada keluarga korban.
“Kami sangat kecewa dengan sikap Direksi P.O INTRA yang tampaknya tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini” ucap Abang korban.
Dan kekecewaan kami juga dengan Satlantas Polres Asahan yang melakukan perdamaian dengan sebelah pihak saja,yang jadi pertanyaan kami apa bisa perdamaian sebelah pihak padahal korban tabrakan itu ada 2 orang,pungkas Ucok Karel.
Cuma santunan dari Jasa Raharja yang baru diterima keluarga Derliana Pakpahan yang diserahkan pihak Satlantas dan Jasa Raharja kepada keluarga korban,sedangkan santunan dari P.O INTRA yang sudah memghilangkan nyawa Derliana Pakpaan belum ada diterima keluarga.
Saya sebagai abang korban mengutuk keras sikap tidak bertanggungjawabnya Direksi P.O INTRA dan pemilik Bus INTRA BK 7194 WA yang telah menewaskan Derliana Pakpahan atas kelalaiannya sopirnya,tutup Ucok Karel.(AH)











