SAWAHLUNTO (SUMBAR) SUARA PANCASILA.ID- Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan komitmen memperkuat literasi sejarah bagi generasi muda. Wali Kota Sawahlunto yang diwakili Sekretaris Daerah Rovanly Abdams membuka seminar “Perjuangan Tokoh Pers Nasional Adinegoro dalam Kemerdekaan RI” di Hotel Saka Ombilin, Rabu, 29 April 2026.
Seminar ini diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Forum Penggiat Literasi Adinegoro Sawahlunto dan didukung anggota DPRD Sumbar Neldaswenti. Kegiatan diikuti jajaran perangkat daerah terkait, perwakilan organisasi dan instansi literasi, serta pengurus OSIS SMA, SMK, dan MA se-Kota Sawahlunto.
Hadir sebagai narasumber dua praktisi pers senior, Hasril Chaniago dan Basril Basyar. Keduanya mengupas peran strategis Adinegoro sebagai tokoh pers nasional dalam perjalanan kemerdekaan RI. Diskusi juga membahas langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat, organisasi, dan instansi untuk mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Adinegoro dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutan Wali Kota yang disampaikan Sekda Rovanly Abdams, Pemko Sawahlunto menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Seminar dinilai berkontribusi menghidupkan kembali nilai sejarah secara kontekstual sehingga menjadi referensi pembelajaran yang relevan bagi generasi muda.
“Adinegoro bukan sekadar nama jalan atau nama gedung. Ia adalah simbol intelektual, jurnalis, dan pejuang. Semangat dan nilai perjuangannya harus kita aktualisasikan. Generasi muda harus kenal sejarah agar punya karakter dan tidak tercerabut dari akar bangsanya,” tegas Rovanly.
Hasril Chaniago menekankan pentingnya mengenal Adinegoro sebagai jurnalis sekaligus diplomat yang ikut membentuk opini dunia tentang Indonesia di masa revolusi. Sementara Basril Basyar mengajak peserta, terutama pelajar, untuk meneladani etos kerja, integritas, dan keberanian Adinegoro dalam menulis dan berjuang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penguatan literasi sejarah tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi juga mampu mendorong pembentukan karakter dan partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan daerah. Seminar berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi tanya jawab.










