BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pendidikan Al-Qur’an yang benar dan berstandar, Pondok Pesantren Darun Najah di Desa Kalianyar Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro menghadirkan solusi nyata.
Melalui program pembelajaran Tilawatil Qur’an, pesantren ini membuka kesempatan luas bagi anak-anak hingga orang dewasa untuk belajar dengan metode yang tepat dan biaya terjangkau.
Tak sekadar mengaji, program ini dirancang sebagai pembinaan serius dalam membaca Al-Qur’an. Peserta akan dibimbing memperbaiki tajwid, makhraj, hingga keindahan lantunan ayat suci, melalui kerja sama dengan Jam’iatul Qurra’ wal Huffadz yang dikenal memiliki jaringan pengajar kompeten.
Dengan biaya hanya Rp50 ribu per bulan, program ini menjadi salah satu pilihan paling ekonomis di Bojonegoro tanpa mengorbankan kualitas. Inilah yang menjadikannya berbeda—akses luas dengan standar pembelajaran yang tetap terjaga.
Kegiatan akan digelar rutin setiap Jumat pukul 14.00–16.00 WIB, memberikan waktu yang cukup fleksibel bagi pelajar maupun masyarakat umum. Berlokasi di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, tempat ini mudah dijangkau dan berada di lingkungan yang kondusif untuk belajar.
Di bawah asuhan Dr. KH. Muh. Abdulloh Hafidz, S.Ag., S.H., M.H.I, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadapnya.
Pendaftaran telah dibuka dan dapat dilakukan melalui nomor admin 0852-3278-6206 maupun link formulir online yang disediakan. Program ini dijadwalkan mulai efektif pada 1 Mei 2026.
Dengan konsep sederhana namun berdampak besar, program Tilawatil Qur’an ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat










